Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 15:48 WIB

PLN Sangat Pantas Dapat DMO Batu Bara

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 31 Juli 2018 | 18:27 WIB

Berita Terkait

PLN Sangat Pantas Dapat DMO Batu Bara
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah membatalkan rencana pencabutan kewajiban pengusaha memasok batu bara untuk pembangkit listrik dalam negari atau Domestic Market Obligation (DMO).

Keputusan ini diambil oleh Presiden Joko Widodo setelah digelar rapat terbatas dengan 17 pejabat negara di Istana Bogor hari ini.

Pengamat Energi, Marwan Batubara mengapresi keputusan itu. Menurut dia pemerintah tidak salah langkah. Sebab, keputusan yang diambil itu pro masyarakat. "Saya kira kami berterimakasih mengapresiasi, karena suara kita yang menggaung selama 4 hari terakhir didengar juga oleh pemerintah," kata Marwan dalam sambungan telepon, Jakarta, Selasa (31/7/2018).

Langkah ini diakuinya, akan punya dampak positif kepada PLN. Sebab, sudah sepantasnya DMO batu bara diberikan kepada PLN. Selain tidak boleh menaikan tarif dasar listrik (TDL) sampai tahun 2019, PLN juga ditugasi untuk menyama ratakan harga TDL.

"Saya kira kebijakan itu harus dilanjutkan dengan beberapa perbaikan, antara lain supaya beban penjualan harga batu bara US$ 70 dolar per ton diberlakukan secara rata, artinya kewajiban untuk menjual ke PLN proposional sesuai produksi masing masing produsen, jangan hanya BUMN," kata dia.

"Misalnya Berau porsinya berapa persen. Termasuk juga pemegang IUP yang terdaftar di provinsi jangan sampai mereka bebas (tidak mendapat DMO). yang saya dengar paling Bukit Asam," kata dia.

Diketahui Presiden Joko Widodo hari ini memanggil sebanyak 17 petinggi negara untuk berkumpul di Istana Bogor dan membahas soal cadangan devisa. Salah satunya membahas soal kelanjutan rencana revisi kebijakan DMO batu bara.

Rapat dihadiri oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Pandjaitan, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Tampak hadir juga sejumlah kepala lembaga negara dan perusahaan milik negara, seperti Plt Dirut Pertamina Nicke Widyawati, Dirut PLN Sofyan Basir, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Gubernur BI Perry Warjiyo, Kepala BKPM Thomas Lembong, Kepala SKK Migas Amien Soenaryadi.

Komentar

x