Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Oktober 2018 | 13:33 WIB

Kolaka Timur Jadi Pusat Pengembangan Kakao

Rabu, 1 Agustus 2018 | 02:29 WIB

Berita Terkait

Kolaka Timur Jadi Pusat Pengembangan Kakao
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Kendari - Kementerian Pertanian menunjuk Kabupaten Kolaka Timur mewakili Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk proyek percontohan pengembangan kawasan kakao nasional.

Dipilihnya Kolaka Timur dikarenakan wilayah tersebut merupakan penghasil kakao terbesar di Sulawesi Tenggara, kata Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Bambang di Kendari, Selasa (31/7/2018).

Menurut dia, untuk 2018, Kolaka Timur memliki lahan seluas 550 hektar yang dipersiapkan untuk pengembangan kakao. "Jadi pilot project ini untuk mendapatkan masukan dari para petani dan apa yang diharapkan oleh petani agar daya saing kakao Koltim dapat meningkat," ujar Bambang.

Bambang saat menghadiri pertemuan dan sosialisasi dengan para petani di Desa Tinete Kecamatan Aere mengatakan penetapan pilot project pengembangan kawasan kakao nasional bertujuan untuk menghimpun ide, gagasan, serta masukan berupa kebutuhan dari petani untuk daya saing kakao di Kolaka Timur.

Sehari sebelumnya (30/7/2018), Bambang juga melakukan pertemuan dan sosialisasi dengan petani kelapa sawit di Kabupaten Konawe Utara yang membahas tentang program peremajaan kebun kelapa sawit rakyat.

Mantan Kadis Perkebunan dan Hortikultura Sultra itu mengatakan Kolaka Timur terdapat 550 hektare lahan yang dipersiapkan dijadikan pengembangan kakao dan alokasi dana APBN untuk proyek mencapai Rp12 miliar terkhusus untuk di Kabupaten Koltim.

"Jadi memang benar bahwa Kementerian Pertanian telah mengalokasikan dana untuk pengembangan kakao di Koltim ini sebesar Rp12 miliar yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBN)," tutur Bambang.

Sementara itu Bupati Kolaka Timur Tony Herbiansyah berharap agar masyarakat dalam hal ini petani kakao dapat berfikir global mengingat kebutuhan dunia akan Kakao yang semakin tinggi, sehingga permintaan akan komoditi ekspor ini tidak akan habis. "Kami harapkan petani dapat berfikir ke depan agar kabupaten Kolaka Timur bisa menjadi penghasil kakao terbesar di Indonesia," tutupnya. [tar]

Komentar

x