Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Oktober 2018 | 08:57 WIB

BKPM Paparkan Keunggulan OSS ke Investor Korsel

Rabu, 1 Agustus 2018 | 19:38 WIB

Berita Terkait

BKPM Paparkan Keunggulan OSS ke Investor Korsel
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - BKPM sosialisasikan sistem pelayanan yang terintegrasi secara elektronik (Online Single Submission/OSS) kepada 163 investor Korea Selatan di Jakarta.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (1/8/2018), menjelaskan, sosialisasi dilakukan untuk memperjelas pemahaman terhadap program yang diluncurkan pemerintah pada 8 Juli 2018.

"Dari beberapa masukan yang ada dari investor internasional, investor masih belum sepenuhnya memahami kemudahan yang ditawarkan oleh OSS. Ini tujuan kami melaksanakan kegiatan ini," jelasnya.

Kegiatan tersebut disambut antusias oleh investor Korea Selatan yang hadir dalam kegiatan tersebut. Dia menambahkan beberapa peserta yang hadir mewakili perusahaan-perusahaan ternama di Korea Selatan seperti LG, Hyundai, Lotte, Kocham, Hankook, KEB Hana Bank, dan Posco.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis menambahkan seluruh staf BKPM siap untuk membantu investor dalam mengoperasikan OSS.

"Sistem yang baru ini dapat memberikan kemudahan bagi pelayanan di Indonesia," lanjutnya.

Pelaksanaan OSS sendiri saat ini masih dilakukan di Kementerian Koordinator Perekonomian dan nantinya akan dilimpahkan secara permanen ke BKPM.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM Farah Ratnadewi Indriani menyampaikan terjadi perubahan paradigma yang sangat mendasar dalam pelayanan di sistem OSS.

"Di samping standarisasi sama antara pemerintah daerah dan pusat, regulasi yang dikeluarkan dengan OSS ini melakukan simplifikasi terhadap berbagai persyaratan yang dibutuhkan," katanya.

Farah mengemukakan simplifikasi yang dilakukan menggunakan metode HGSL (Hapus, Gabung, Sederhanakan dan Limpahkan). Dicontohkan, sektor ESDM yang sebelumnya 43 perizinan dan 30 non perizinan, kini menjadi enam perizinan dan tiga non perizinan. [tar]

Komentar

x