Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Oktober 2018 | 02:32 WIB

Ramalan Candra: Indonesia 2025 Bakal Krisis Gas

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 1 Agustus 2018 | 20:09 WIB

Berita Terkait

Ramalan Candra: Indonesia 2025 Bakal Krisis Gas
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM,Jakarta - Berdasarkan neraca gas periode 2018-2027, tahun 2025 Indonesia diperkirakan bakal mengalami defisit di sektor gas.

Menanggapi hal ini, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar menyebut, Indonesia berusaha meningkatkan penggunaan gas alam.

Caranya, kata Arcandra, adalah dengan mendorong ketersediaan infrastruktur gas. Dengan begitu, pihaknya mendorong badan usaha untuk meningkatkan investasinya di Infrastruktur gas dan pemerintah akan menyediakan suplai gasnya.

"Entitas bisnis bisa kembangkan infrastruktur dan pemerintah bisa memastikan suplai gas," kata Arcandra di Gas Indonesia Summit and Exhibition 2018, Jakarta, Rabu (1/8/2018).

Orang nomor dua di Kementerian ESDM ini mengamini, serapan gas domestik masih belum optimal. Hal ini karena infrastruktur pendukung yang belum berkembang secara baik.

Namun, tekan Arcandra, peluang penambahan produksi masih ada. Dan itu harus diantisipasi dengan kesiapan infrastruktur. Nah, apabila produksi tidak dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri baru pemerintah akan membuka keran impor namun dengan beberapa syarat.

"Kalau seandainya gas domestik tak bisa penuhi dalam negeri. Maka pemerintah buka keran impor lewat LNG. Tapi yang jelas kebutuhannya, dan tetap yang optimalkan diproduksi dalam negeri dulu," ujar Arcandra.

Pemerintah membagi proyeksi dalam neraca terbaru ini ke dalam tiga mekanisme skenario. Ada beberapa kategori penyerap gas yang digunakan pemerintah pertama adalah gas yang disalirkan untuk rumah tangga.

Kemudian pupuk dan petrokimia, sektor ketenagalistrikan, lalu industri yang juga dipecah lagi menjadi dua bagian yakni industri retail dan Industri non retail.

Dalam data yang ada proyeksi kebutuhan pada tahun 2025 jika menggunakan skenario kedua adalah 206,5 MMSCFD sementara untuk skenario ketiganya 1.072,29 MMSCFD.

Jumlah ini akan meningkat pada tahun berikutnya yakni tahun 2026, kebutuhan gas yang harus dipenuhi antara 673,9 MMSCFD sampai 1.572,43 MMSCFD. Pada tahun 2027 proyeksi defisit gas kembali menurun sekitar antara 442 MMSCFD hingga 1.374,95 MMSCFD. [ipe]

Komentar

x