Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 17:29 WIB

LHK Dorong Pengelolaan Sampah Ditingkatkan

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 2 Agustus 2018 | 16:26 WIB
LHK Dorong Pengelolaan Sampah Ditingkatkan
Direktorat Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian LHK, Novrizal - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus mendorong langkah daur ulang sampah. Terlebih, saat ini pemanfaatan limbah sampah di Indonesia belum maksimal.

Padahal Indonesia setiap tahunnya menghasilkan sampah 65 juta ton. Apabila sampah ini diolah dengan baik, diyakini akan mendatangkan ekonomi baik bagi masyarakat.

Masyarakat bisa memilah-milah sampah dahulu. Seperti sampah kertas yang bisa dijual kembali ke bank sampah atau yang lain. Nah itulah yang mendatangkan nilai ekonomi bagi masyarakat.

"Kami tahu, kami punya potensi sampah 65,8 juta ton setahunnya. Artinya kalau kami bicara circular economy itu 65,8 juta ton ini menjadi sumber daya lagi," kata Direktur Pengelolaan Sampah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian LHK Novrizal di kantornya, Kamis (2/8/2018).

Adanya pengelolaan sampah itu, lanjut Novrizal, juga mengurangi sampah yang terbuang dengan sia-sia. Masyarakat sudah memilah sampah sebelum dibuang. "Jadi engga ada yang linear ekonomi yang masuk ke TPA atau menjadi energi yang tak produktif," kata dia.

Dengan demikian, kedepan LHK bersama instansi terkait tentunya akan membuat terobosan supaya pengelolaan sampah meningkat.

Sebab, selain menambah nilai ekonomi, pengelolaan sampah itu juga ramah lingkungan. "Kalau ini semakin besar tentu ini semakin baik untuk perekonomian. Karena mengurangi menggunakan bahan baku yang dari alam, karena kita mensirkularkan lagi," ujar dia.

Sementara Asosiasi Daur Ulang dan Plastik Indonesia (Adupi)Justin Wiganda menyebut, saat ini baru 20-25 persen sampah yang digunakan untuk didaur ulang. Sisanya kembali ke TPA karena tercampur batu, pasir dan karet. "Sampah yang bagus bersumber dari rumah tangga. Material bersih jauh lebih baik dan bisa menekan cost," kata Justin. [hid]

Tags

Komentar

x