Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 Agustus 2018 | 09:12 WIB

HKTI: Jokowi Perlu Pendamping yang Paham Pertanian

Oleh : - | Kamis, 2 Agustus 2018 | 17:38 WIB
HKTI: Jokowi Perlu Pendamping yang Paham Pertanian
Sekjen Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Mayjen (Purn) Bambang Budi Waluyo - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Empat tahun memimpin, Joko Widodo dinilai berhasil menorehkan prestasi di sektor pertanian. Kinerja positif ini harus dilanjutkan. Jokowi yang bakal menjadi petahana dalam pilpres 2019 perlu memilih sosok yang pro pertanian.

Sekjen Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Mayjen (Purn) Bambang Budi Waluyo dalam Diskusi Publik bertajuk sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (2/8/2018), mengatakan, Presiden Jokowi sejak awal telah menaruh perhatian besar tentang kedaulatan pangan. Hal itu tercermin di dalam Nawacita-nya.

Perhatian ini terefleksi pula dari besaran infrastruktur terkait pertanian yang telah dibangun oleh Presiden Jokowi selama 4 tahun ini.

Selain menaruh perhatian besar tentang kedaulatan pangan, ia menyebut Jokowi juga gencar melakukan pembangunan infrastruktur selama empat tahun memimpin. "Pak Jokowi meningkatkan infrastruktur, itu sangat bagus. Baru memimpun sudah banyak membangun. Dulu, luar Jawa tidak pernah disentuh, sekarang disentuh Pak Jokowi. Khususnya pembangunan infrastruktur itu," kata Bambang.

Selanjutnya Bambang menyebut Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional HKTI, Moeldoko adalah sosok yang berkomitmen dalam pembangunan sektor pertanian. Di mana, Moeldoko punya banyak isu-isu strategis sektor pertanian yang perlu segera direalisasikan.

Semisal, semakin sempitnya lahan pertanian, akses petani terhadap perbankan masih sangat rendah, respon petani terhadap teknologi pertanian masih belum baik, persoalan manajerial, dan persoalan pasca panen.

Bambang menyebut, Moeldoko yang saat ini menjabat Kepala Staf Kepresidenan telah mengidentifikasi permasalahan tambahan, yaitu kurangnya minat generasi muda untuk masuk ke sektor pertanian.

"Ini karena kondisi pertanian kita kurang menjanjikan. Kalau kita coba dari kondisi yang kurang menjanjikan menjadi menjanjikan, maka saya pastikan banyak yang akan bergabung dengan kita (petani)," jelas Bambang.

Sebagai informasi, sejak pensiun, Moeldoko telah fokus bertani yang memang merupakan asal dan cita-citanya sejak kecil. Berbekal kemampuan manajerial, ia membawa kerangka kerja yang berbeda di dalam sektor pertanian Indonesia yang mendorong produktivitas secara signifikan.

Pencapaian ini makin jelas ketika ia ditunjuk sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional HKTI oleh Presiden Jokowi. Di bawah kepemimpinannya, HKTI berhasil mencatatkan sejumlah pencapaian yang tak diduga sebelumnya.

Beberapa capaian HKTI di bawah kepemimpinan Moeldoko, yakni, pertama, menciptakan bibit unggulan M400 dan M70D dengan sertifikasi dan pujian dari Mentan. Kedua, mendirikan perusahaan M-Tani untuk mengembangkan bibit unggul, pupuk, teknologi pertanian dan pendampingan bagi petani.

Ketiga, membangun pompa air raksasa di Gunung Kidul untuk mendukung pertanian kawasan. Terakhir, membentuk kelengkapan organisasi HKTI berupa organiasi otonom HKTI yaitu Koperasi HKTI Tani Makmur Sejahtera, Media Center, IT Data Center, Brigade Anti Hama, Lembaga Litbang, LBH dan Event Organizer.

Untuk mengundang generasi muda masuk, Moeldoko juga gencar melakukan sejumlah langkah-langkah out of the box, termasuk HKTI Innovation Award, mengaktifkan kembali Pesta Petani Muda (Pestani), pengembangan pesawat drone untuk pertanian, pemberdayaan organisasi sayap Pemuda Tani dan perempuan Tani, serta kerjasama dengan kampus dan pesantren untuk menciptakan pemuda petani.

Melihat kinerja Jokowi-Moeldoko tersebut, Bambang menilai, kedua tokoh itu layak diduetkan sebagai Capres-cawapres di Pilpres 2019 mendatang, khususnya dalam menghadapi tantangan sektor pertanian ke depan, dan mewujudkan cita-cita Indonesia yang Berdaulat Pangan. [tar]

Komentar

x