Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 Agustus 2018 | 09:16 WIB

Padat Karya Tunai Bagi Nelayan Tak Melaut

Oleh : Wahid Ma'ruf | Jumat, 3 Agustus 2018 | 01:07 WIB
Padat Karya Tunai Bagi Nelayan Tak Melaut
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Sukabumi - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau kegiatan padat karya yang dilakukan di Desa Cikahuripan, Cisolok - Sukabumi pada Kamis (2/8/2018).

Kegiatan padat karya ini dilakukan untuk membantu nelayan yang tidak bisa bekerja atau melaut akibat gelombang tinggi. "Kami melihat bahwasannya satu sisi, nelayan Sukabumi memiliki potensi yang baik. Pada saat musim paceklik pasti nelayan ini tidak mungkin mendapatkan pekerjaan. Oleh karenanya sekarang ini kita berikan kesempatan bekerja untuk membangun jalan. Sehingga mereka bisa paling tidak dalam bulan ini mendapatkan pekerjaan selama 15 hari," ungkap Menhub.

Kegiatan padat karya yang dilakukan di Desa Cikahuripan sendiri melibatkan 100 orang. Kementerian Perhubungan akan melakukan kegiatan padat karya pada 12 titik di daerah Pantai Selatan Pulau Jawa dan menyiapkan anggaran sebesar 200 juta rupiah untuk setiap titik.

"Dalam satu tempat paling tidak ada 100 orang, bekerja selama dua minggu dan untuk pekerjaan yang disini adalah membangun jalan menuju perkampungan mereka," imbuh Menhub Budi seperti mengutip dari laman resmi Kemenhub.

"Untuk program ini satu titik ada 200 juta. Ada kurang lebih 12 titik, di satu tempat bisa dua kali kita lakukan. Sejauh ini dilakukan di Pantai Selatan pulau Jawa," tambahnya.

Selain itu, Menteri Perhubungan juga berkesempatan berkunjung ke tempat pembuatan ikan asin. Budidaya pembuatan ikan asin ini merupakan ide kreatif dari para nelayan sebagai pekerjaan pengganti. Para nelayan ini dibekali bimbingan untuk melakukan produksi yang bersih dan higienis.

"Ide kreatif dari masyarakat juga memberikan suatu kail yaitu membudayakan kegiatan pembuatan ikan asin. Tadi saya coba ikan asinnya enak sekali. Yang dilakukan adalah memberikan suatu bimbingan kepada mereka, supaya ikan asinnya bersih higienis," jelas Menhub.

Komentar

x