Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 11 Desember 2018 | 12:54 WIB

Duet Pertamina dan PLN, Setrum Kilang Irit Rp2,79T

Jumat, 3 Agustus 2018 | 16:09 WIB

Berita Terkait

Duet Pertamina dan PLN, Setrum Kilang Irit Rp2,79T
(Foto: Giri/Okezone)

INILAHCOM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero/PLN) meneken Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) tentang kerja sama penyediaan listrik dari PLN untuk 5 kilang Pertamina.

Kelima kilang tersebut adalah Refinery Unit (RU) II Dumai, RU III Plaju-Sungai Gerong, RU IV Cilacap, RU V Balikpapan, dan RU VI Balongan. Total kebutuhan listrik untuk kelima kilang minyak tersebut sebesar 217 (Mega Volt Ampere) MVA, selanjutnya bisa naik 104 MVA.

Berdasarkan rilis kepada media di Jakarta, Jumat (3/8/2018), nota kesepahaman ini diteken Direktur Pengolahan Pertamina, Budi Santoso Syarif dengan Direktur Perencanaan Korporat PLN, Syofvi Felienty Roekman.

Kata Budi, layanan kelistrikan PLN untuk kilang rencananya akan berlangsung dalam 2 tahap, dan akan menghasilkan penghematan biaya listrik untuk operasional pembangkit sekitar Rp 2,79 triliun per tahun.

Kerja sama dengan PLN merupakan bentuk sinergi sesama BUMN yang akan membawa manfaat untuk kedua pihak. "Kilang minyak ini membutuhkan pasokan listrik yang besar dan stabil. Jika total beban listrik di seluruh kilang dipasok oleh PLN, maka berpotensi menghasilkan penghematan di lingkungan kilang. Jumlahnya sangat signifikan setiap tahun. Kami mengharapkan PLN mampu memberikan pasokan listrik yang cukup," ungkap Budi.

Saat ini, lanjut Budi, Pertamina telah memanfaatkan listrik dari PLN, walaupun masih sebatas untuk perumahan/apartement dan perkantoran dengan tegangan menengah 20 kV, untuk 3 kilang yaitu RU IV, RU V dan RU VI, totalnya mencapai 15,7 MVA.

Sementara Syofvi mengatakan, PLN mampu untuk memenuhi listrik kilang-kilang minyak dengan layanan khusus. "PLN siap memasok listrik untuk kilang minyak Pertamina, baik dari sisi pembangkit maupun jaringan transmisi-nya, dengan kualitas dan keandalan yang tinggi tentunya," ujar Syofvi.

Menurut Syofvi, kesiapan PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional menjadi pekerjaan utama perusahaan. Di mana, PLN tengah membangun pembangkit dan jaringan transmisi melalui Program 35.000 Megawatt (MW). Hingga pertengahan 2018, progress pembangunan pembangkit 35.000 MW menunjukkan hasil yang positif.

Secara keseluruhan, kata dia, telah terkontrak dan sudah ditandatangani perjanjian jual beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA) sebesar 32.295 MW.

Sebagai langkah awal, Pertamina akan memberikan data terkait kebutuhan listrik bagi 5 kilang minyak miliknya tersebut. Sedangkan PLN akan mempelajari, mempersiapkan, dan menginformasikan layanan kelistrikan yang sifatnya khusus sesuai kebutuhan kilang tersebut.

Khusus RU V, kata dia, saat ini memasuki tahap konstruksi penyambungan dari PLN dengan kapasitas penyambungan 31,5 MVA dengan Tegangan Tinggi 150 kV untuk memasok beban kilang yang non kritikal seperti Lube Oil Complex (LOC).

Selain dari menghasilkan penghematan biaya penyediaan listrik, kerjasama ini akan memberikan manfaat tambahan bagi kilang Pertamina yakni kebutuhan fuel oil akan menurun, karena fuel oil yang tadinya digunakan untuk menghasilkan listrik bisa diubah menjadi produk yang lebih valuable seperti solar.

Pertamina juga akan fokus kepada operasional dan pemeliharaan Kilang, fleksibilitas pengaturan O/H steam boiler, dan dapat menurunkan Energy Intensitas Index (EII).

Pertamina menilai, kapasitas terpasang listrik PLN saat ini cukup besar dan berlebih, sehingga dengan menggunakan listrik PLN keberlangsungan pasokan listrik bisa lebih terjamin. Dari sisi kualitas, listrik PLN juga lebih baik, khususnya untuk tegangan tinggi (150 kV).

"Kami berharap PLN bisa terus mengembangkan jaringan listrik dan kualitas listriknya sehingga pasokan listrik ke kilang benar-benar handal dan operasi kilang menjadi lebih handal dan efisien," kata Budi. [ipe]

Komentar

x