Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 17 Desember 2018 | 04:21 WIB

Darmin Keluhkan DHE Masih Didominasi Dolar AS

Sabtu, 4 Agustus 2018 | 02:29 WIB

Berita Terkait

Darmin Keluhkan DHE Masih Didominasi Dolar AS
Menko Perekonomian, Darmin Nasution - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menko Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, devisa hasil ekspor (DHE) yang masuk ke Indonesia, dikonversi ke rupiah menjadi tenaga tambahan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Tetapi, kalau devisanya tidak masuk, ya, tidak jadi dia menambah tenaga. Jadi, dalam bahasa teknis ekonomi, itu bocor," kata Darmin di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (3/8/2018).

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), lebih dari 90% eksportir sudah membawa devisa hasil ekspor ke dalam negeri. Angka sementara per triwulan I-2018, aliran DHE ke bank domestik mencapai US$32,63 miliar. Atau setara 92,9% dari total DHE yang mencapai US$35,12 miliar.

Namun demikian, Darmin mengkritisi aliran DHE ke bank domestik, tidak banyak yang dikonversikan ke rupiah. Dengan kata lain didominasi dalam bentuk US$. Dari angka sementara aliran DHE ke bank domestik per triwulan I-2018 sebesar US$32,63 miliar itu, hanya 12,9% yang sudah berbentuk rupiah.

"Sisanya (yang tidak ditukar ke rupiah) dibikin tabungan valas, bisa deposito atau giro. Itu juga akan mengurangi tenaga terhadap dorongan pertumbuhan," ujar Darmin.

Mantan Gubernur BI ini, menjelaskan, DHE bisa langsung berdampak kepada pertumbuhan ekonomi apabila segera dikonversi ke rupiah. "Tetapi kalau dua tahun baru dia tukar, itu berarti dalam dua tahun lagi muncul dampaknya," ujar Darmin.

Devisa dari hasil kegiatan ekspor dapat menjadi sumber dana yang berkesinambungan bagi pembangunan ekonomi nasional. Devisa hasil ekspor juga dapat memberikan kontribusi yang optimal secara nasional dalam hal penempatannya dilakukan melalui perbankan di Indonesia. [tar]


Komentar

x