Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 15 Agustus 2018 | 14:21 WIB

Lebih Mudah dan Murah

Jonan Sarankan Warga Jambi Gunakan Jargas

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 6 Agustus 2018 | 20:30 WIB
Jonan Sarankan Warga Jambi Gunakan Jargas
Menteri ESDM Ignasius Jonan - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri ESDM Ignasius Jonan menyarankan warga Jambi memanfaatkan jaringan gas kota. Karena lebih mudah dan murah. Wah menarik juga nih.

kata Jonan, masyarakat akan mendapatkan banyak keuntungan jika menggunakan jaringan gas (jargas) rumah tangga. Tidak perlu repot harus membeli elpiji di agen atau toko. "Di sini (Jambi) ada sumber gasnya, jadi sangat memungkinkan untuk dibangun jaringan gas rumah tangga. Silahkan diajukan, kalau bisa diajukan bulan ini. Saya janji, mudah-mudahan tahun depan, Insha Allah, bisa mulai bangun," ujar Jonan dalam sambutannya sebelum meresmikan sembilan sumur bor air tanah dan menyerahkan secara simbolis lampu tenaga surya hemat Energi (LTSHE) di Jambi, Senin (6/8/2018).

Dalam siaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jonan meminta pemprov maupun pemkab Jambi mengirimkan surat pengajuan untuk membangun jargas rumah tangga.

Menurut Jonan, dengan gas rumah tangga, masyarakat sangat diuntungkan. Selain kemudahan mengakses, masyarakat bisa lebih berhemat karena harga gas rumah tangga lebih murah. "Kalau menggunakan jaringan gas itu tidak perlu beli tabung elpiji lagi, tidak usah membeli elpiji yang 3 kg. Dan, menggunakan gas rumah tangga akan menghemat Rp30.000 hingga Rp50.000 per bulan, itu kalau satu keluarga empat orang, kalau satu keluarga lima belas orang, maka katanya bisa hemat sampai Rp100.000 lebih," ujar Jonan.

"Tolong diajukan saja, sehingga ini bisa menghemat untuk masyarakat dan yang penting, tidak berebut cari tabung elpiji," tambahnya.

Dengan menggunakan gas rumah tangga berarti masyarakat juga membantu negara tidak mengimpor lebih banyak elpiji.

Menurut Jonan, saat ini, kebutuhan elpiji nasional dalam satu tahun mencapai 6,5 juta ton, namun empat juta ton di antaranya didapat melalui impor, karena sebagian besar produksi gas dalam negeri tidak dapat diolah menjadi elpiji.

Pembangunan jaringan gas (jargas) untuk rumah tangga telah dilakukan pemerintah sejak 2009. Hingga saat ini, telah terbangun 185.991 sambungan rumah (SR) di 14 provinsi yang meliputi 26 kabupaten/kota.

Keterbatasan anggaran pemerintah membuat pembangunan jargas dilakukan secara bertahap. Untuk itulah, pemerintah juga mendorong badan usaha membangun jargas rumah tangga, sehingga semakin banyak masyarakat menikmati energi bersih dan pasokan terjamin 24 jam. Selain itu, kebutuhan gas bumi untuk jargas juga kecil yakni di bawah satu MMSCFD, untuk mengaliri sekitar 6.000 SR.

Pada 2017, Kementerian ESDM melalui penugasan kepada PT Pertamina (Persero) dan PT PGN Tbk melaksanakan pembangunan jargas sebanyak 59.809 SR di 10 kabupaten/kota yaitu Kota Pekanbaru 3.270 SR, Kabupaten Musi Banyuasin 6.031 SR, Kabupaten Muara Enim 4.785 SR, Kabupaten PALI 5.375 SR, Kota Bontang 8.000 SR, Kota Bandar Lampung 10.321 SR, Kabupaten Mojokerto 5.101 SR, Kota Mojokerto 5.000 SR, Kota Samarinda 4.500 SR, dan Rusun PUPR Kemayoran 7.426 SR.

Pada 2018, pemerintah kembali membangun jaringan gas untuk rumah tangga sebanyak 88.190 SR melalui dana APBN serta menugaskan Pertamina dan PGN masing-masing sebanyak 2.000 SR dan 550 SR. [tar]

Komentar

x