Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 November 2018 | 09:07 WIB

Sisihkan Rp48 Ribu/Hari, Driver Go-Jek Punya Rumah

Selasa, 7 Agustus 2018 | 09:30 WIB

Berita Terkait

Sisihkan Rp48 Ribu/Hari, Driver Go-Jek Punya Rumah
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ada kabar baik bagi pengemudi Go-Jek yang belum memiliki tempat tinggal. Melalui program swadaya mereka bisa mewujudkan asa itu dengan mudah.

Adalah Taufik Sukarna, mantan karyawan perusahaan pengelola jasa arsip yang memutuskan menjadi mitra Go-Jek pada 2015, kini bisa sedikit lega. Lantaran ya itu tadi, keinginannya memiliki hunian layak semakin terang. Tiap hari dia menyisihkan Rp48 ribu per hari untuk cicilan KPR, melalui program Swadaya untuk kesejahteraan berkesinambungan.

Kini, ayah dua anak ini merasa bersyukur karena bisa bergabung dengan perusahaan aplikator penyedia jasa ride-hailing yang digagas Nadiem Makarim itu. Sebagai mitra Go-Jek, Taufik mendapatkan manfaat lebih, terutama pengakuan profesi sebagai ojek oleh institusi keuangan, termasuk perbankan.

Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Taufik untuk mengikuti program Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Hasil kerjasama program GO-JEK Swadaya dengan Bank BTN. "Rumah itu kebutuhan utama. Kita bisa tenang kalau sudah punya rumah," ucap Taufik dalam rilis kepada wartawan di Jakarta, Senin (6/8/2018).

Sebenarnya, kata Taufik, sejak dulu jika "dipaksakan" bisa saja mencicil untuk membeli rumah. Sayangnya, tidak ada edukasi atau program nyata yang membantunya dalam menjalankan suatu perencanaan keuangan. Terutama arahan untuk bisa memiliki rumah.

Ketika masih ada kesempatan dari profesinya sebagai mitra GO-JEK, Taufik langsung menyambar. Bak pepatah pucuk dicinta ulam pun tiba. Peluang itu langsung diambil. Dalam sehari, rata-rata penghasilannya antara Rp250 ribu sampai Rp300 ribu. "Saya setiap bulannya membayar Rp16 ribu untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan dan setiap hari mencicil angsuran KPR di BTN, cicilan KPR sekitar RP48 ribu tiap harinya," papar Taufik.

Sejak April 2017, program KPR di BTN dijalaninya. Pada tahap awal, Taufik mencicil sebesar Rp42 ribu per hari untuk melunasi uang muka cicilan rumah idamannya. Uang muka itu sudah dilunasi pada Oktober 2017. Saat ini, Taufik sudah masuk pada fase cicilan utang pokok KPR. "Saya tidak membayangkan bisa mencicil rumah," ucapnya seraya menyebutkan cicilan KPR itu untuk melunasi rumah yang berlokasi di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.

Saat ini, Taufik bersama isteri dan kedua anaknya kasih mengontrak di kawasan Cililitan, Jakarta Timur. "Nanti, saya akan memindahkan isteri dan anak-anak ke rumah Cileungsi itu," tekadnya, penuh bangga. Saat ini, kedua anaknya bersekolah di sebuah SD negeri di Jakarta.

Per Juli 2018, sebanyak 400 mitra driver GO-JEK mulai mengikuti jejak Taufik. Seluruhnya merupakan mitra yang mengikuti program GO-JEK Swadaya yang bergulir sejak dua tahun lalu. Konsepnya agar terjadi kesejahteraan berkesinambungan. "Sampai saat ini, sudah lebih dari 400 mitra driver telah melakukan serah terima kunci rumah idamannya" ungkap Jaka Wiradisuria, VP Drivers Community GO-JEK.

Kepemilikan rumah merupakan salah satu dari program GO-JEK Swadaya. Jaka mengatakan, program tersebut memang dirancang tepat sasaran yang dapat menjembatani para mitra driver untuk mengakses ragam layanan yang berdampak positif agar mitra driver bisa semakin meningkatkan taraf hidupnya.

"Hadirnya kami di 66 kota di Indonesia juga membuka jalan seluas-luasnya pada peningkatan inklusi finansial di kalangan mitra pengemudi," tambah Jaka.

Khusus untuk Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), GO-JEK bekerja sama dengan institusi perbankan seperti Bank BTN, Bank Permata, dan Bank BNI. Skema cicilan memungkinkan dilakukan secara harian.

"Hanya dengan Rp48 ribu per hari, para mitra driver dapat memiliki rumah idaman mereka. Para mitra driver dapat dengan mudah memanfaatkan program GO-JEK Swadaya yang ada pada aplikasi driver mereka untuk mengajukan KPR," tuturnya. [tar]

Komentar

Embed Widget
x