Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 17 Agustus 2018 | 04:52 WIB

Rini Kerahkan 35 BUMN Listriki 103.000 Rumah

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 8 Agustus 2018 | 01:29 WIB
Rini Kerahkan 35 BUMN Listriki 103.000 Rumah
Menteri BUMN Rini Soemarno - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menginisiasi program sambungan listrik murah, melalui sinergi 35 perusahaan pelat merah selaku penyandang dana.

Sebanyak 103 ribu rumah tangga di Jawa Barat dan Banten akan mendapat manfaat sambungan listrik 450VA. Sebab, masih ada warga di Jabar dan Banten yang menikmati listrik tapi sambungan dari tetangga.

"Listriknya itu diambil dari rumah tetangganya (Levering). Dengan bantuan sambungan listrik melalui Sinergi BUMN ini, maka warga sepenuhnya akan menikmati listrik resmi dari PLN," kata Menteri BUMN Rini Soemarno di kantornya, Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Rini meyakini, program ini sangat membantu masyarakat yang saat ini belum memiliki sambungan listrik sendiri. "Ini tentunya sangat membantu masyarakat dalam menopang kegiatan ekonomi rumah tangganya," ujar Rini.

Sebanyak 35 BUMN dimaksud yakni PLN, Telkom, BRI, Pertamina, Bank Mandiri, BNI, Angkasa Pura II, Pelindo III, BTN, Pupuk Indonesia, Wijaya Karya, PT PP, PGN, Waskita Karya, Pegadaian, PTPN III, Antam, Jasa Marga, Jasa Raharja, Taspen, Airnav, Askrindo, Jasindo, ASDP Indonesia, Perum Bulog, Jamkrindo,

Biofarma, Semen Indonesia, Hutama Karya, Kereta Api Indonesia, Dahana, Perhutani, Pindad, Pos Indonesia dan Jiwasraya. Dalam mewujudkan program tersebut, kata Rini, seluruh BUMN tersebut sepakat untuk bersinergi sebagai upaya untuk menjamin terlaksananya penyambungan listrik bagi masyarakat tidak mampu dengan biaya penyambungan yang didanai dari dana program BUMN Hadir Untuk Negeri. Dana ini bersifat sponsorship dan bukan berasal dari dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Program ini dilaksanakan berdasarkan Surat Kementerian BUMN No S-114/S.MBU/07/2018, tanggal 13 Juli 2018, perihal Program Elektrifikasi Jawa Barat Bagian Selatan dan Banten. Perusahaan BUMN diminta untuk berkontribusi melistriki wilayah masing-masing berdasarkan penetapan dari Kementerian BUMN.

Program ini ditargetkan mampu menembus hingga 103 ribu rumah tangga pada 28 Oktober 2018, dengan perkiraan biaya yang dibutuhkan mencapai Rp56,9 miliar. "Jumlah masyarakat kurang mampu yang dipilih untuk mendapatkan listrik tersebut ditetapkan berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K)," ujar dia.[ipe]

Komentar

x