Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 17 Desember 2018 | 04:19 WIB

Inilah Harapan Menko Luhut Bagi Sidang IMF-WBG

Oleh : Wahid Ma'ruf | Rabu, 8 Agustus 2018 | 08:03 WIB

Berita Terkait

Inilah Harapan Menko Luhut Bagi Sidang IMF-WBG
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - International Monetary Fund-World Bank Group (IMF-WBG) Annual Meeting 2018 merupakan event terbesar di dunia. Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, event sektor ekonomi itu diharapkan bisa menjadi showcase Indonesia.

"Indonesia akan dikenal sebagai negara hebat, dan pertemuan ini akan menjadi yang terbesar setelah tahun 1946, baik dari jumlah orang maupun official meeting," ungkapnya didampingi Menteri Kominfo Rudiantara di Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Menko Kemaritiman, Luhut mengatakan IMF-WBG Annual Meeting menjadi trigger banyak hal mulai dari pariwisata, pemberdayaan UKM juga perbaikan berbagai infrastuktur.

"IMF-WBG Annual Meeting 2018 akan men-trigger wisata kita. Berbagai perbaikan infrastruktur seperti pelebaran apron Bandara di Bali, yang nantinya bisa menampung 40 juta penumpang akan memberi dampak besar bagi pariwisata. Biaya yang kita keluarkan sebagian besar akan kembali lagi ke negara melalui okupansi hotel juga pemberdayaan UKM," jelasnya seperti mengutip dari laman resmi Kominfo.

Berbagai perbaikan yang dilakukan pemerintah dalam rangka persiapan pelaksanaan IMF-WBG Annual Meeting 2018 disebut Luhut membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin cepat.

"Pertumbuhan ekonomi kita bisa lebih cepat karena infrastruktur kita baik. Pemerintah melakukan berbagai perbaikan mulai dari perluasan apron Bandara di Bali, perbaikan underpass. Begitu juga dengan pengelolaan dana yang dilakukan secara transparan, detail dan efisien," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Harian IMF-WBG 2018 Susiwijono Moegiarso menjelaskan biaya pelaksanaan IMF-WBG ini lebih kecil dibandingkan dengan negara lain saat menjadi tuan rumah.

"Dibandingkan dengan negara lain seperti Singapura dan Peru, jika dihitung dan dikonversikan mereka menghabiskan sekitar Rp1.1 Triliun. Indonesia akan menjadi tempat pelaksanaan annual meeting terbesar dengan biaya yang relatif efisien. Dari alokasi awal sebesar Rp855,5 Miliar, yang kita gunakan sebesar Rp566,9 Miliar," jelas Susiwijono.

Menyambut kehadiran dua menteri Kabinet Kerja ke kantor Kompas, Pemimpin Redaksi Harian Kompas Budiman Tanuredjo mengatakan kesiapannya untuk menjadi media partner pelaksanaan IMF-WBG 2018.

"Kompas siap untuk mensupport IMF-WBG 2018 dan akan menjadi media partner. Selain itu Kompas juga akan membuat produk dalam bilingual dengan tujuan agar lebih mengenalkan Indonesia kepada pihak luar. Kami akan support penuh pertemuan IMF-WBG 2018 di Bali Oktober mendatang," ungkapnya.

Komentar

x