Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 17 Agustus 2018 | 04:53 WIB

Bappenas Ukur Pertumbuhan Ekonomi Gagal Target

Oleh : - | Rabu, 8 Agustus 2018 | 13:30 WIB
Bappenas Ukur Pertumbuhan Ekonomi Gagal Target
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Tahun ini, ramalan terkait perekonomian Indonesia berseliweran. Ada yang yakin namun banyak yang tak yakin bahwa pertumbuhan ekonomi bisa menggapai target.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro memrediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 berada di kisaran 5,2%-5,3%. Atau masih di bawah target APBN 2018 sebesar 5,4%. "Paling memungkinkan tahun ini kita tumbuh 5,2-5,3 persen," kata Bambang di Kantor Bappenas, Jakarta, Rabu (8/8/2018).

Menurut Bambang, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2018 sebesar 5,27% bisa menjadi momentum untuk tumbuh lebih tinggi di sisa kuartal 2018. "Iya (5,27%), memang momentum yang bagus. Tapi saya lihat di sini komposisi dari pengeluaran kan sangat tertolong oleh konsumsi dan konsumsi ini juga tertolong adanya Puasa dan Lebaran, ditambah THR dan gaji ke-13," kata mantan menteri keuangan Kabinet Kerja Jilid I itu.

Komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (RT) pada triwulan II-2018, tumbuh 5,14%. Atau lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yaitu 4,95%. Konsumsi RT dalam struktur PDB masih mendominasi yang memcakup lebih dari separuhnya yaitu 2,76% dari 5,27%.

Di sisi lain, lanjut Bambang, perlu diperhatikan adalah pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi yang pertumbuhannya justru menurun dari 7,95% pada triwulan sebelumnya, menjadi 5,87% pada triwulan II-2018.

"Jadi menurut saya, demi menjaga pertumbuhan ini lebih bagus lagi ke depan maka investasi harus dikembalikan ke potensi semulanya yakni tujuh persen atau lebih," ujarnya.

Sementara, konsumsi masyarakat harus tetap bisa dijaga di kisaran 5% di kuartal-kuartal berikutnya, kendati sudah tidak ada lagi keuntungan momen semisal Lebaran atau tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13. "Jadi tantangan pemerintah adalah menjaga kesinambungan dari momentum pertumbuhan ini," kata Bambang.

Masih segar dalam ingatan, BPS mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan II-2018 bertumbuh 5,27% secara tahunan (year on year/yoy). Capaian ini lebih tinggi dibandingkan periode sama 2017 sebesar 5,01%.

Angka 5,27% ini lebih tinggi ketimbang periode yang sama 2016 dan 2015 yang masing-masing bertumbuh 5,21% dan 4,74%. Namun, secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 baru mencapai 5,17%. Atau masih di bawah target APBN 2018 sebesar 5,4%. Waduh gawat. [tar]

Komentar

x