Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 Agustus 2018 | 09:17 WIB

Pertamina Rogoh Rp 7,5 M Demi Listrik Jabar-Banten

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 8 Agustus 2018 | 14:10 WIB
Pertamina Rogoh Rp 7,5 M Demi Listrik Jabar-Banten
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pertamina Group mengalokasikan anggaran senilai Rp7,5 miliar untuk membantu pemasangan listrik 13.470 Rumah Tangga Kurang Mampu di wilayah Jawa Barat dan Banten.

"Melalui aktivitas ini, Pertamina berharap bisa membantu masyarakat kurang mampu, khususnya yang berada di Jawa Barat bagian Selatan serta Banten yang selama ini belum bisa menikmati penerangan listrik," kata Direktur Pertamina Retail Mas'ud Khamid dalam keterangan resmi, di Jakarta,Rabu (8/8/2018).

Hal ini dilakukan menyikapi penandatanganan Kerja Sama Sinergi BUMN Sambung Listrik, di Kementerian BUMN, Selasa (7/8/201) kemarin.

Mengenai pemasangan jaringan listrik tersebut, lanjut Masud, Pertamina telah menandatangani kerjasama dengan PT PLN, sebagai BUMN yang memiliki otoritas melakukan sambungan listrik kepada masyarakat.

Menteri BUMN, Rini Soemarno sebelumnya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada para Direksi BUMN yang telah bersinergi untuk membantu menerangi rumah tangga kurang mampu.

"Kesetaraan dan keadilan harus menjadi nomor satu. Ini tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu saya meminta kepada Direksi BUMN untuk bisa membantu. Terima kasih kepada para direksi BUMN, ada 34 BUMN yang berpartisipasi dalam program Sinergi BUMN Sambung Listrik," ujar Rini.

Penerangan listrik bagi keluarga kurang mampu, lanjut Rini, sangat membantu kehidupan mereka, karena selama ini mereka harus megeluarkan biaya cukup besar untuk penerangan.

"Dengan satu lampu teplok saja menggunakan minyak tanah biayanya juga tidak murah. Dengan harga minyak tanah Rp9.500/liter, per bulan bisa menghabiskan Rp45 ribu. Begitu juga kalau menumpang aliran listrik untuk satu lampu saja, biayanya Rp 30 ribu per bulan. Sementara dengan sambungan listrik sendiri, biaya per bulan hanya Rp 20 ribu, itu untuk penerangan lampu dan lain-lain," ucap Rini tandas.

Kementrian BUMN menargetkan hingga Maret 2018, bisa menyambungkan listrik kepada 360 ribu rumah tangga kurang mampu di seluruh Indonesia. [jin]

Komentar

x