Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 14 Desember 2018 | 16:22 WIB

Pertamina Kebagian Split Jumbo dari Blok Rokan

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 8 Agustus 2018 | 16:09 WIB

Berita Terkait

Pertamina Kebagian Split Jumbo dari Blok Rokan
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) dipastikan mendapat jatah bagi hasil (split) dari Blok Rokan lebih besar ketimbang pemerintah.

Industri migas pelat merah ini bakal mengelola Blok Rokan pada 2021. Kepastian ini diketahui setelah term and condition (syarat dan ketentuan) dituangkan dan ditandatangani Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan, beberapa waktu lalu.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menyebut, pembagian split di Rokan terdapat dua kategori, yakni split untuk lapangan Duri dan non Duri. "Untuk lapangan Duri, splitnya bagian kontraktor itu sudah termasuk ini splitnya variabel sama diskresi menteri untuk minyak 65% dan gas 70 %," kata Arcandra di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (8/8/2018).

Dengan begitu, bagian pemerintah dari lapangan Duri untuk minyak 35% dan gas 30%. Sedangkan lapangan non Duri pembagian splitnya untuk minyak bagian kontraktor 61% bagian pemerintah 39%.

Sementara untuk gas kontraktor mendapatkan split 66% dan pemerintah mendapat 34%. Arcandra menjelaskan pembagian split dibedakan menjadi dua kategori. Hal ini lantaran ada perbedaan karakteristik minyak antara lapangan Duri dan lapangan lainnya di blok Rokan.

Selain itu, diberlakukan metode steam flood yang tergolong Enhance Oil Recovery (EOR), diterapkan sehingga ada tambahan split yang diberikan.
"Duri kan karakteristiknya beda, dia heavy oil, splitnya beda, dari eksisting EOR di Duri, jadi dibedain splitnya," ujar Arcandra.

Penerapan pilot project EOR di Rokan, kata Arcandra sudah lama. Dengan begitu, bisa dilakukan secara full scale oleh Pertamina nanti."Bisa diterapkan, tapi diuji coba dulu sekali lagi nanti sebelum full," kata Arcandra. [ipe]

Komentar

x