Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 17 Agustus 2018 | 04:52 WIB

"Wahai Capres, Perhatikan Ekonomi dan Industri"

Oleh : - | Sabtu, 11 Agustus 2018 | 10:11 WIB
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pada Jumat (10/8/2018), merupakan hari terakhir pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden yang akan berkompetisi pada bursa Pemilihan Presiden 2019.

Nama calon pasangan Joko Widodo-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah resmi dideklarasikan maju untuk memperebutkan kursi RI1 dan RI2.

Sejumlah pelaku industri menyampaikan bahwa yang terpenting dari calon pemimpin yang terpilih adalah mereka memiliki komitmen yang besar untuk memajukan industri dan ekonomi Indonesia.

"Membangun sinergi semua unsur untuk fokus membangun ekonomi Indonesia sebagai dasar menjadi negara yang kuat berdaulat dan berdaya saing di pasar global," kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman di Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Untuk itu, Adhi berharap, presiden terpilih akan menunjuk menteri yang memiliki kompetensi dan integritas tinggi, sehingga fokus memajukan kepentingan nasional.

Hal senada disampaikan Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI), I Made Dana Tangkas, bahwa pemimpin terpilih harus mampu memajukan industri otomotif nasional, agar bisa bersaing dengan negara lain.

"Industri otomotif kan termasuk penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sekitar 3 persen. Oleh karena itu kami harapkan siapapun pemimpinnya, bisa meningkatkan daya saing industri dalam negeri," papar Made.

Sementara, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat menyampaikan, hal yang tidak kalah penting adalah menjaga agar proses pemilihan presiden berlangsung secara kondusif, sehingga mampu menjag iklim usaha.

"Itu penting. Karena kan kita inginnya investasi masuk, usaha berkembang, sehingga membutuhkan kondisi yang aman. Sehingga kami berharap pemilihannya berlangsung secara demokratis dan lebih beradab," ungkapnya. [tar]

Komentar

x