Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 November 2018 | 17:29 WIB

Tarif Belum Manusiawi, Garda: GRAB Korbankan Mitra

Sabtu, 11 Agustus 2018 | 09:45 WIB

Berita Terkait

Tarif Belum Manusiawi, Garda: GRAB Korbankan Mitra
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) menyayangkan pengumuman tarif GRAB Indonesia. Seolah ada kenaikan, namun sejatinya kebijakan lama yang diumumkan kembali.

Ketua Garda, Igun Wicaksono, mengungkapkan, fakta tarif dasar GRAB yang berlaku di lapangan, saat ini, sebesar Rp1,200 per kilometer (km) sampai Rp1.800 per km. Kebijakan ini merupakan tarif lama yang dinilai tidak manusiawi.

"Bukti bahwa apa yang dinyatakan dan dirilis oleh perusahaan aplikasi asing (Malaysia, Red.) GRAB tidak benar, nilai yang diumumkan oleh GRAB adalah nilai lama," tegas Igun dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat (10/08).

Tarif GRAB sesungguhnya yang dimaksud Igun adalah sebesar Rp1.500 per km (gross), untuk jarak pendek. Penerimaan bersih mitra setelah dipotong 20% untuk manajemen GRAB, menjadi Rp1.200 per km. Sedangkan untuk jarak jauh, tairfnya Rp2.000 (gross) per km.

Igun juga mempertanyakan dana sponsorship GRAB dalam penyelenggaraan Asian Games 2018, merupakan jerih payah mitranya. "Itu darah dan keringat para mitra ojek onlinenya. Ini merupakan wujud arogansi demi nama baik perusahaan, namun mengorbankan banyak mitra pengemudi ojek online," sesalnya.

Masih kata Igun, sangat wajar apabila para mitra ojek online menuntut pemberlakuan tarif yang lebih manusiawi kepada GRAB. Terkait rencana deklarasi perwakilan 100 mitra pengemudi GRAB di Jabodetabek untuk mendukung Asian Games 2018, menurut Igun, tidak mewakili keseluruhan aspirasi mitra GRAB.

"Itu jumlah mitra GRAB yang memiliki kedekatan dengan manajemen aplikator GRAB, jumlahnya tidak merepresentasikan jumlah seluruh pengemudi yang memiliki aspirasi menginginkan tarif yang layak bagi ojek online," ungkapnya.

Sebelumnya, manajemen GRAB Indonesia mengumumkan telah menaikkan tarif yang tidak terkait dengan tuntutan Garda. Pihak Grab Bike mengklaim telah menaikkan argo minimum setiap perjalanan dari Rp5.000 menjadi Rp7.000. Dan menaikkan tarif per km dari Rp1.600 menjadi Rp2.300 untuk jarak pendek.

Menanggapi itu, Igun mengatakan, kenaikan tarif yang diklaim manajemen GRAB, tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu masih jauh dari tuntutan. "Tarif yang dia bilang naik adalah tariff rata-rata menurut algoritmanya GRAB sendiri. Fakta di lapangan masih di angka Rp1.200 sampai Rp1.800 per km," tegas Igun. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x