Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 17 Agustus 2018 | 04:52 WIB

Cost Recovery Blok Rokan Bengkak, Ini Kata Candra

Oleh : Indra Hendriana | Sabtu, 11 Agustus 2018 | 11:00 WIB
Cost Recovery Blok Rokan Bengkak, Ini Kata Candra
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Besarnya pengembalian biaya produksi atau cost recovery oleh negara operator Blok Rokan, salah satunya diklaim karena pengolahan tanah terkontaminasi minyak (TTM).

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar menyebut, nilai pengolaan tanah terkontaminasi minyak itu mencapai US$800 juta sampai US$1 miliar. Nilai ini setara Rp14,4 triliun jika dikonversi ke rupiah.

Menurut dia, mahalnya biaya itu karena TTM dari Rokan dibawa ke Cibinong untuk diolah. Nah, biaya membawa tanah ke Cibinong itu sangat mahal. Inilah yang menjadi cost recovery Rokan membengkak.

"Ini akibatkan sekian juta tanah harus dibersihkan. Sebagian besar tanah (terkontaminasi minyak) harus dibawa ke Cibinong, ada cost difference. Itu kenapa bikin cost recovery (Rokan menjadi bengkak)," kata Arcandra, Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Nah, untuk menekan biaya tersebut kedepan pengelolaan TTM itu akan dilakukan di Rokan, tidak dibawa ke Cibinong. Langkah itu, tentun akan mengurangi biaya yang dikeluarkan pemerintah. "Ini salah satu cara (untuk tekan biaya). Sedang berjalan. Menaruh (TTM) di daerah dekat Rokan. Ga harus ke Cibinong," ujar Arcandra.

Hal ini disampaikan oleh Arcandra menjawab pertanyan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang meminta agar cost recovery bisa ditekan. Pihak
SKK Migas prediksikan, realisasi cost recovery Blok Rokan mencapai US$11,34 miliar hingga akhir 2018. Angka itu dinilai terlalu besar dan sudah melampaui target dalam APBN 2018. Dalam APBN 2018, cost recovery dipatok US$10,39 miliar. [ipe]



Komentar

x