Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 17 Desember 2018 | 04:14 WIB

Jonan Minta Peta Bencana PVMBG Rampung Seminggu

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 13 Agustus 2018 | 00:29 WIB

Berita Terkait

Jonan Minta Peta Bencana PVMBG Rampung Seminggu
(Foto: esdm)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri ESDM Ignasius Jonan mengintruksikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) membuat peta rawan bencana di Lombok.

Instruksi itu menyusul gempa 7 skala righter (SR) yang terjadi di Lombok. Jonan meminta peta bencana itu selesai dalam sepekan. "Pak Menteri (Ignatius Jonan) maunya diselesaikan paling lambat minggu depan," kata Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Lingkungan Hidup dan Tata Ruang Satry Nugraha dalam keterangan resmi, Jakarta, Minggu (12/8/2018).

Badan Geologi diminta sesuaikan Peta Rawan Bencana terbaru di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Itu untuk mitigasi kejadian serupa dan menghindari banyak korban.

Menindaklanjuti arahan tersebut, PVMBG telah memetakan sejumlah dampak akibat kejadian gempa bumi di Lombok Utara. Setelah melakukan serangkaian identifikasi kebencanaan selama satu minggu, PVMBG memberikan sejumlah rekomendasi teknis berkaitan dengan kerusakan geologi kepada Pemerintah Daerah setempat. "Kami harap hasil rekomendasi ini dijadikan acuan dalam menyusun rencana rehabilitasi dan krekonstruksi," ujar Kepala PVMBG, Siti Hidayati.

Rekomendasi itu, menyarankan masyarakat tetap tenang dan waspada dengan munculnya gempa susulan yang diprediksikan terjadi secara fluktuatif meski dengan skala lebih kecil.

Untuk itu, masyarakat diminta mengikuti arahan dari BPBD dan pemerintah setempat. "Kedua, bangunan vital, strategis dan mengundang konsentrasi banyak orang, seperti sekolah, pasar, perkantoran wajib dibangun dengan mengikuti kaidah-kaidah bangunan tahan gempa bumi, terutama di zona likuifaksi," ujar dia.

Selanjutnya, masyarakat diminta tidak mendirikan bangunan pada endapan aluvial, tanah urug dan lereng terjal yang telah mengalami pelapukan lantaran rawan terhadap guncangan gempa. Kemudian bangunan yang ada di Desa Sambik Bengkol Kecamatan Gangga serta Dusun Beraringan Desa Kayangan dan Desa Selengan Kecamatan Kayangan, harus digeser sekitar 20 meter dari zona pergeseran dan retakan tanah dalam dimensi besar dan panjang. [ipe]

Komentar

x