Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 20 Januari 2019 | 10:58 WIB

Sinergi Pertamina dan Telkom di Era Nozzle Digital

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 14 Agustus 2018 | 04:09 WIB

Berita Terkait

Sinergi Pertamina dan Telkom di Era Nozzle Digital
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) ikut dilibatkan dalam program digitalisasi 5.518 nozzle SPBU pada penyaluran BBM seluruh Indonesia oleh Pertamina, dan BPH Migas.

Senior Vice President Corporate ICT PT Pertamina Jeffrey Tjahja Indra mengatakan, dipilihnya Telkom itu karena memiliki kemampuan dalam membangun sistem digital. "Kami dibantu PT Telkom, kami menyadari Pertamina tidak punya kapabilitas menjangkau seluruh Indonesia," kata Jeferey saat jumpa pers di kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (13/8/2018).

Sementara Direktur enterprise and business Telkom Dian Rachmawan mengatakan, pihaknya siap dalam mendukung digitalisasi nozzle atau penyaluran BBM.

Dengan demikian, pihaknya dan Pertamina akan duduk bersama membahas biayanya. Termasuk mekanisme pembayaran Pertamina ke Telkom atas penerapan sistem tersebut.

"Jadi 3 hari dari sekarang ada perumusan angaran, konsep bisnis modalnya bagaimana nanti dirumuskan kami dengan Pertamina. Karena kontrak sedang disusun antar tim akan didiskusikan bareng," ujar dia.

Dia mengamini untuk memenuhi target penerapan sistem digital pada 5.518 SPBU di seluruh Indonesia, merupakan tugas yang berat. Meski begitu, perusahaan pelat merah ini berupaya secepat mungkin.

"Telkom membantu sinergi BUMN, digitalisasi ini dilakukan Telkom. Apa yang disebut tadi 5.518 sampai akhir desember selesai, kami akan melihat berapa SPBU yang diselesaikan satu hari. Kami punya plasma seluruh Indonesia," kata di.

Pemerintah melaui BPH Migas, dan Pertamina diketahui sebelumnya menyepakati pengendalian dalam penyaluran BBM bersubsidi jenis premium di seluruh Indonesia lewat digitalisasi nozzle.

Tujuannya agar penyaluran BBM penugasan ini tepat sasaran pada masyarakat yang benar-benar membutuhkan BBM bersubsidi.

Selain itu, memudahkan BPH Migas dalam mengawasi dan melakukan pendataan semua volume BBM subsidi dan non subsidi yang didistribusikan melalui SPBU yang ada di seluruh Indonesia.

"Mudah-mudahan dengan digital ini, pemerintah dalam jamin ketersediaan BBM dapat terjamin dengan baik. Untuk PSO (subsidi) itu tepat harga," ujar dia. [ipe]

Komentar

x