Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 November 2018 | 09:08 WIB

Beresi Devisa Ekspor, Menkeu Tunjuk 2 Orang Ini

Oleh : M Fadil Djaelani | Selasa, 14 Agustus 2018 | 16:17 WIB

Berita Terkait

Beresi Devisa Ekspor, Menkeu Tunjuk 2 Orang Ini
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menunjuk dua anak buahnya, yakni Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara dan Dirjen Pajak Robert Pakpahan untuk mengatasi belum maksimalnya penerimaan devisa hasil ekspor (DHE).

"Saya sudah minta kepada Pak Sua (Suahasil Nazara Kepala BKF) dan Pak Robert dalam menjelaskan terhadap PMK dan melakukan evaluasi kenapa itu tidak atau kurang efektif dan kurang dipahami," kata Sri Mulyani di Kantornya Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Bank Indonesia (BI) mencatat, devisa hasil ekspor (DHE) yang masuk ke Indonesia hingga saat ini baru sekitar 80%-81%. Bahkan dari angka tersebut, baru 15,1% yang dikonversi ke rupiah per April 2018.

Hal ini membuat risau para eksekutif lantaran devisa seperti mengalami kebocoran akibat tak dikonversikan ke rupiah. Terlebih di saat nilai tukar rupiah melemah akibat tekanan dari global.

"Tujuannya sebetulnya kepada dunia usaha untuk bersama-sama menghadapi situasi dinamika yang cukup tinggi, di mana pemikiran mengenai jumlah permintaan dolar untuk impor dan untuk investasi harus bertemu dengan jumlah suplainya, apakah itu dari FDI, dan ekspor," kata Sri Mulyani.

Pemerintah bakal merayu para pengusaha untuk segera membawa pulang devisanya yang selama ini terparkir di luar negeri, salah satunya melalui insentif pemotongan Pajak Penghasilan (PPh) atas bunga deposito dan tabungan, serta diskonto Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dari dana hasil ekspor (DHE).

Aturan tersebut tertuang jelas dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 26/PMK.010/2016, nantinya aturan tersebut bakal direvisi oleh pemerintah. "Nanti akan kami evaluasi," ujar Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Robert Pakpahan.

Robert bilang beleid ini memang tak begitu tenar dikalangan para pengusaha, sehingga tidak banyak dari para pengusaha yang memanfaatkan kebijakan tersebut.

Selama ini, kata Robert, yang seharusnya mempopulerkan aturan tersebut adalah pihak perbankan, namun perbankan sendiri kurang melakukan sosialisasi terhadap aturan kebijakan tersebut. "Harusnya perbankannya, karena kan dia yang tahu nasabahnya. Ada syarat-syaratnya untuk DHE atau bukan, perbankan harusnya tahu," katanya.[ipe]

Komentar

Embed Widget
x