Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 16 Desember 2018 | 21:14 WIB

Jokowi Segera Teken Aturan Campuran Solar

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 14 Agustus 2018 | 20:23 WIB

Berita Terkait

Jokowi Segera Teken Aturan Campuran Solar
Presiden Joko Widodo - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Peraturan Presiden (Perpres) soal penerapan campuran 20 persen minyak sawit pada solar subsidi dan non subsidi (B20) akan segera ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat ini.

Demikian disampaikan Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) pada Kementerian Energi, dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Pribadi. Kata Agung aturan tersebut akan berlaku 1 September 2018 ini.

"Pak presiden (Joko Widodo) sore ini atau besok akan menandatangani Perpres B20, untuk BBM bersubsidi dan non subsidi," kata Agung di Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Menurut Agung dengan berlakunya aturan ini, kedepannya semua solar subsidi dan tidak bersubsidi harus dicampur minyak sawit.

Kemudian, lanjut dia, kebijakan ini akan menghemat devisa sebesar US$2 miliar pada tahun 2018. Dan tahun depannya penghematan devisa akan bertambah.

"Jika dilakukan akan menghemat devisa US$2 miliar tahun ini, tahun depan US$4 miliar," ujar Agung.

Agung menjelaskan, penghematan devisa itu, karena setelah solar itu dicampur dengan minyak sawit, maka jumlah impor berkurang 20%. Berkurangnya impor itu maka bisa dipastikan mengurangi devisa dan diyakini akan membuat mata uang rupiah menguat.

Rupiah belakangan ini menunjukan tren penurunan. "Ini dilakukan untuk membuat rupiah menguat dan menghemat devisa," kata dia.

Diketahui, pemerintah tengah menggenjot penggunaan minyak sawit dalam negeri. Presiden Joko Widodo berencana mewajibkan pennggunaan solar dengan campuran bahan bakar nabati (biodiesel).

Adapun aturan ini ada dalam revisi Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2015 Tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit.

Dengan revisi itu, penggunaan solar dengan campuran biodiesel 20% akan diberlakukan kepada semua kendaraan, tak hanya angkutan umum.

Selain meningkatkan permintaan sawit, langkah ini dilakukan untuk mengurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM) dan menggantikan dengan biodioesel yang dihasilkan dalam negeri. Apalagi kebijakan ini akan memiliki efek berganda yang positif bagi 17 juta petani sawit ke depan. [hid]

Komentar

x