Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 21 November 2018 | 07:56 WIB

RAPBN 2019

Bos PUPR Fokus Belanja Modal Ketimbang Barang

Jumat, 17 Agustus 2018 | 13:38 WIB

Berita Terkait

Bos PUPR Fokus Belanja Modal Ketimbang Barang
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, tambahan alokasi anggaran diprioritaskan untuk belanja modal yang bermanfaat langsung kepada rakyat.

"Belanja barang diperkecil. Menteri Keuangan juga telah melakukan penyisiran belanja barang untuk dialokasikan menjadi belanja modal," kata Basuki dalam konferensi pers RAPBN 2019 di Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Belanja modal merupakan pengeluaran anggaran yang digunakan dalam rangka memperoleh atau menambah aset tetap dan aset lainnya yang memberi manfaat. Aset tetap tersebut dipergunakan untuk operasional kegiatan sehari-hari suatu satuan kerja, bukan untuk dijual.

Basuki menjelaskan, anggaran di Kementerian PUPR terutama digunakan untuk pembangunan infrastruktur yang terkait dengan sumber daya air, transportasi dan perumahan.

Namun, ia menggarisbawahi bahwa pembangunan infrastruktur tersebut tidak semuanya tergantung hanya pada APBN, karena ada pula skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Alokasi anggaran untuk Kementerian PUPR di RAPBN 2019 tercatat Rp110,7 triliun. Total belanja pemerintah pusat tercatat Rp1.607,3 triliun.

"Di Kementerian PUPR alokasi anggaranmya Rp110 triliun plus KPBU untuk jalan dan jembatan Rp5,1 triliun. Termasuk juga investasi jalan-jalan tol, jadi tidak hanya APBN saja," ujar Basuki.

Dalam RAPBN 2019, alokasi anggaran untuk infrastruktur sebesar Rp420,5 triliun. Terbagi atas belanja pemerintah pusat Rp173,8 triliun, transfer ke daerah dan dana desa Rp201,7 triliun, dan pembiayaan Rp45 triliun.

Jumlah anggaran untuk infrastruktur sebesar Rp420,5 triliun tersebut meningkat 2,4% dari proyeksi anggaran infrastruktur 2018 sebesar Rp410,4 triliun. Anggaran infrastruktur tersebut diarahkan untuk mendukung pencapaian berbagai target terkait konektivitas, perumahan, dan infrastruktur sumber daya air. Sementara total belanja negara sendiri tercatat Rp2.439,7 triliun dalam RAPBN 2019. [tar]

Komentar

x