Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 18 Desember 2018 | 21:24 WIB

RAPBN 2019 Dirancang Sehat, Adil, dan Mandiri

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Sabtu, 18 Agustus 2018 | 14:12 WIB

Berita Terkait

RAPBN 2019 Dirancang Sehat, Adil, dan Mandiri
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution - (Foto: Fadil Dj)

INILAHCOM, Jakarta - Kondisi perekonomian dunia tengah mengalami tekanan. Itu dipicu kondisi ekonomi dalam negeri maupun geopolitik, berdampak pada negara-negara emerging market baik dari sisi nilai tukar, maupun dari sisi arus modal atau capital inflow.

Oleh karena itu, pemerintah terus memperkuat fundamental ekonomi Indonesia dengan menekankan kepada investasi, meningkatkan ekspor, serta instrument fiskal.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menuturkan, apa yang dilakukan pemerintah untuk mempermudah investasi baik dari dalam negeri maupun luar negeri guna menstimulus pertumbuhan ekonomi.

"Kebijakan dalam mempermudah investasi seperti layanan Online Single Submission (OSS). Dari sisi insentif fiskal ada tax holiday, tax allowance, serta PPh Final UMKM. Kesemuanya itu bertujuan agar ekonomi bisa tumbuh lebih cepat," kata Darmin seperti dikutip dari laman resmi Kemenko Ekonomi, Sabtu (18/8/2018).

Untuk pendidikan dan pelatihan vokasi, tambah Darmin, Indonesia harus bersaing dengan negara lain dan membutuhkan Sumber Daya Manusia yang handal. Oleh karena itu, pemerintah mengeluarkan insentif fiskal berupa superdeduction.

Terkait RAPBN 2019, Menteri Keuangan Sri Mulyani menerangkan, dirancang sebagai kebijakan fiskal yang sehat, adil, dan mandiri.

"APBN yang sehat tercermin pada defisit yang semakin turun dan keseimbangan primer menuju postif. RAPBN 2019 juga disusun secara adil dengan menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan sumber daya manusia, antara pembangunan pusat dan daerah, serta penerapan sistem perpajakan yang adil," terang Sri Mulyani.

Berikut asumsi dasar ekonomi makro yang digunakan sebagai acuan di dalam RAPBN 2019:

Pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 5,3%; Inflasi masih dapat terkendali dalam kisaran 3,5%; Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan berada pada Rp 14.400 per dolar Amerika Serikat; Tingkat suku Bungan SPN 3 bulan sebesar 5,3%; dan Indonesia Crude Price (ICP) diperkirakan rata rata mencapai U$d 70,7 per barel.

Lifting minyak dan gas bumi diperkirakan masing-masing mencapai 750 ribu per barel per hari dan 1.250 ribu barel setara minyak per hari.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyampaikan, prioritas pembangunan nasional tahun 2019 ialah:

Pembangunan manusia melalui pengurangan kemiskinan dan peningkatan pelayanan dasar Pengurangan Kesenjangan antar wilayah melalui penguatan konektivitas dan kemaritiman.

Peningkatan nilai tambah ekonomi dan penciptaan lapangan kerja melalui pertanian, industri, pariwisata, dan jasa produktif lainnya Pemantapan ketahanan energi, pangan, dan sumber daya air Stabilitas keamanan nasional dan kesuksesan pemilu. [jin]

Komentar

x