Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 18 Desember 2018 | 21:21 WIB

Berprestasi

Mentan Amran yang Kurang Populer di Media

Oleh : Ahmad Munjin | Minggu, 19 Agustus 2018 | 14:56 WIB

Berita Terkait

Mentan Amran yang Kurang Populer di Media
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Siapa nama menteri dari Kabinet Kerja yang berprestasi? Menurut akademisi dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, ada nama menteri yang berprestasi tetapi kurang populer.

"Sudah menjadi tradisi Amran tidak mau menerima bingkisan dalam bentuk apapun, baik di rumah maupun kantor. Bila ada yang mengirim bingkisan, langsung dilaporkan ke KPK," ujar Hendri, mengapresiasi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Sikapnya ini, lanjut Hendri, membuat Amran menerima penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk kategori Kementerian dengan Sistem Pengendalian Gratifikasi Terbaik bersama 10 lembaga/ kementerian lainnya pada akhir tahun lalu.

Bagi Hendri, penghargaan dari KPK ini sangat wajar diraih Amran karena memang tidak pernah berkompromi dalam memberantas mafia maupun kartel pangan dalam rangka mengemban amanat Presiden membawa Indonesia menuju cita-cita Kemandirian Pangan.

"Tapi sayangnya prestasi Amran yang berhasil membawa Indonesia swasembada jagung dan beras ini sangat jarang diberitakan media," tambah Hendri.

Baru pada akhir tahun lalu nama Andi Amran Sulaiman akhirnya masuk dalam lima besar Menteri yang prestasinya dianggap menonjol oleh publik, bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastusti. Survei dilakukan PolMark Indonesia untuk mengetahui kepuasan publik terhadap menteri Jokowi.

Sektor Pangan Nasional dalam Catatan BPS

Data Pertumbuhan Ekonomi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) 6 Agustus 2018 lalu, memang membuktikan pendapat Hendri dan hasil survei PolMark Indonesia mengenai prestasi Amran. BPS mencatat kontribusi sektor pertanian dalam menyumbang pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II-2018 dibandingkan kuartal I-2018 sebesar 9,93%.

Kontribusi sektor pertanian ini merupakan yang tertinggi dibanding sektor lainnya seperti jasa perusahaan yang hanya 3,37% dan jasa lainya hanya 3,3%. Terutama pada tanaman hortikultura khususnya produksi sayuran dan buah-buahan serta peternakan pada produk unggas.

Beberapa faktor memengaruhi pertumbuhan ini. Puncak panen raya padi di Maret 2018 dan masih berlangsung hingga akhir kuartal II/2018, cuaca yang lebih kondusif dibanding tahun 2017 yang menyebabkan produksi sayur-sayuran dan buah-buahan meningkat, dan pengembangan teknologi budidaya dan pakan mandiri yang memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan produksi perikanan budidaya.

Selain pemenuhan kebutuhan dalam negeri, peningkatan produksi komoditas pangan juga telah membuat Indonesia berhasil mengekspor sejumlah bahan pangan ke berbagai negara.

"Meningkatnya volume ekspor tentu berdampak positif terhadap pertumbuhan PDB. Ke depan semua komoditas pangan ditargetkan produksinya naik, termasuk volume ekspornya juga naik," pungkas Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Suwandi secara terpisah.

Resep Pil Sabar ala Menteri Amran Belakangan pencapaian Kementan memang banyak mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Termasuk dari organisasi pangan dan pertanian dunia, Food and Agricultural Organization (FAO).

Menurut anggota Komisi IV DPR RI Firman Subagyo, Menteri Amran telah menunjukkan ketangguhan dan janjinya untuk swasembada beras, jagung, dan kedelai yang secara bertahap telah terbukti.

Untuk itu, dia pun menaruh bangga dan memberikan memberikan apresiasi kepada Menteri Pertanian dan Memteri Kelautan dan Perikanan. Karena keberhasilan kedua menteri tersebut juga merupakan keberhasilan Komisi IV DPR RI sebagai mitra kerja.

"Saya mengusulkan agar Menteri Amran kalau Pemilu 2019 Jokowi terpilih lagi, patut dipertahankan karena tugas memberantas mafia pangan memerlukan keberanian dan orang-orang seperti mereka," pungkasnya.

Pencapaian di atas tidak selalu berbuah manis bagi Menteri Amran Sulaiman. Ia bercerita bagaimana respon masyarakat saat terjadi fluktuasi harga bahan pangan. Bila naik masyarakat mengeluh, bila turun maka petani yang akan mengeluh. Menghadapi situasi ini Mentan punya resep khusus, yakni menelan pil sabar.

"Harga naik dihujat, harga turun juga marah. Memang kita harus minum pil sabar jadi Mentan (Menteri Pertanian)," ungkapnya berseloroh di sela acara Ramah Tamah Kementerian Pertanian di Hotel Putri Duyung Ancol, Jakarta, Rabu awal Juli lalu.

Subur pencapaian namun kering pujian tak jadi soal bagi Amran. Bermodal pil sabar, ia terus berupaya membawa Kementerian Pertanian mewujudkan cinta-cita Indonesia menjadi Lumbung Pangan Dunia di tanun 2045.

"Tahun 2045 Indonesia InsyaaALLAH bisa jadi pemain utama pangan dunia. Mimpi-mimpi kita sebagian sudah menjadi kenyataan (dengan ekspor komoditas)," ujarnya optimistis. [jin]

Komentar

x