Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 22 November 2018 | 04:08 WIB

Impor Beras Serampangan, Goodbye Nawacita Jokowi

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 24 Agustus 2018 | 16:38 WIB

Berita Terkait

Impor Beras Serampangan, Goodbye Nawacita Jokowi
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Keputusan impor beras 1 juta ton yang izinnya diterbitkan Kementerian Perdagangan dalam dua bulan ke depan, jelas menabrak kebijakan Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang serius ingin mengoptimalkan serapan padi dari petani.

"Jelas bertolak belakang yang bukan hanya kebijakan Menteri Amran Sulaiman, tapi juga pemikiran Nawacita Presiden sekarang," kata pengamat ekonomi pertanian IPB, Prima Gandhi, Jakarta, Kamis (23/8/2018).

Menurut Gandhi, Mentan Amran perlu segera melakukan dua gebrakan, agar kebijakannya yang berkomitmen meningkatkan produksi beras petani lokal, mempunyai landasan yang kokoh untuk mengimbangi kebijakan impor yang rajin digagas Kementerian Perdagangan.

Pertama, kata Gandhi, Amran melakukan konsolidasi petani untuk mengetahui kondisi panen padi yang sesungguhnya. Sehingga dapat diketahui dan bisa diperkirakan apakah impor masih diperlukan untuk memenuhi stok nasional.

"Kalau ternyata cukup, bakal menjerit petani dengan dilakukannya impor. Kalau Amran Sulaiman sudah mengonsolidasikan petani, berarti kan langsung mendengar dari suara petani. Bukan suaranya Menteri," ujar Gandhi.

Kedua. lanjutnya, untuk mengimbangi impor beras yang dilakukan Kemendag, Kementan dapat mendorong dan memotori segera terwujudnya program diversifikasi pertanian di tanah air. "Sehingga nantinya tak selalu bergantung pada beras sebagai konsumsi nasional di seluruh daerah, tapi justru menyesuaikan dengan tradisi sumber daya lokal," papar Gandhi.

Terkait izin impor beras sebanyakk 1 juta ton yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan, Gandhi beranggapan, perlu benar-benar dipastikan apakah memang sudah berdasarkan keputusan langsung Mentan Amran.

Apalagi, kata Gandhi, hingga saat ini harga beras di pasaran masih stabil dan belum ada keluhan lonjakan harga. Secara data juga dikabarkan masih cukup memenuhi stok beras nasional.

"Karena setahu kita semua, Amran Sulaiman itu Menteri yang semangatnya tegas menolak impor. Prioritasnya kan pemberdayaan petani agar meningkatkan produksi padinya," ujar Gandhi.

Terkait kebijakan impor beras nan serampangan ini, DPR berencana memanggil Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita untuk diminta klarifikasi. "Jadi kami di DPR inginnya nanti kalau Mendag sudah jelaskan, tidak lagi memperkeruh situasi," ujar Ketua DPR, Bambang Soesatyo.

Apalagi, kata Bamsoet, sapaan akrabnya, stok beras nasional berdasarkan data yang ada dinilai cukup. Sehingga menurut Bambang, Kementerian Perdagangan amat perlu menyampaikan alasan dibukanya lagi impor beras.

Untuk diketahui, Kementerian Perdagangan menerbitkan lagi izin impor beras yang ketiga kalinya pada tahun ini untuk alasan ketersediaan stok Badan Urusan Logistik (Bulog). Impor beras direncanakan dua bulan ke depan berjumlah 1 juta ton.

Kementerian Perdagangan mengklaim, keputusan impor beras berdasarkan keputusan rapat koordinasi terbatas dengan Kementerian Pertanian dan Bulog.

Sedangkan Bulog memastikan bahwa stok beras di gudang miliknya telah penuh dan bisa memenuhi kebutuhan nasional. Bulog menyebutkan, bahwa saat ini belum diperlukan impor beras untuk menambah stok beras nasional. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x