Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 21 November 2018 | 07:47 WIB

ESDM Bakal Atur Jual Beli Minyak Jatah KKKS

Oleh : Ahmad Munjin | Jumat, 24 Agustus 2018 | 20:20 WIB

Berita Terkait

ESDM Bakal Atur Jual Beli Minyak Jatah KKKS
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, Djoko Siswanto - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah akan membuat aturan terkait jual-beli minyak mentah dalam negeri. Ini menyusul kebijakan pemerintah yang mewajibkan Pertamina untuk beli minyak mentah jatah kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, Djoko Siswanto menjelaskan, pemerintah sedang menyiapkan aturan itu. Dia bilang, dalam aturan itu nantinya mengatur harga jual beli dari KKKS kepada Pertamina.

Sebenarnya, kata dia, pemerintah memberikan keleluasaan kepada Pertamina dan KKKS. Hanya saja, ada mekanisme jika kedua pihak tidak berujung kesepakatan, pemerintah yang akan memutuskan.

"Iya, nanti di situ diatur mekanisme pembayarannya, acuan harga. Harga memang nanti kedua belah pihak diskusi B to B. Tapi kalau mereka enggak putus, ya kita yang putus," kata Djoko di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (24/8/2018).

Permen itu, kata Djoko, sudah selesai dibuat. Bahkan dirinya sudah memaraf Permen tersebut. Nantinya, Permen tersebut baru akan diparaf Sekjen ESDM, Wakil Menteri ESDM baru tandatangan Menteri ESDM, Ignasius Jonan.

Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar mengatakan, ada penghematan Pertamina apabila membeli minya jatah KKKS dari pada impor. Penghematan itu, kata Arcandra adalah sisi transportasi.

"Satu contoh penghematannya adalah cost transport. Itu kan sekitar 1 sampai 2 dolar per barel untuk ongkos transportnya. Kalau kita beli langsung tanpa harus dari luar kan jauh lebih hemat," ujar Arcandra di Kementerian ESDM, Kamis (23/8).

Arcandra menjelaskan selama ini Pertamina harus membeli minyak dari luar negeri, dengan lokasi yang cukup jauh. Sementara, minyak yang berasal dari sumur dari dalam negeri di jual ke luar karena menjadi bagian kontraktor.

"Coba, impor dari Nigeria, dibandingkan dengan ambil dari Duri, mana yang lebih panjang? Satu keliling dunia, satu (di dalam negeri)?" kata Arcandra. [jin]

Komentar

x