Find and Follow Us

Senin, 22 April 2019 | 02:34 WIB

Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Capai Rp93,58 T

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 27 Agustus 2018 | 12:46 WIB
Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Capai Rp93,58 T
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, total pendapatan premi asuransi jiwa hingga akhir kuartal II 2018 mencapai Rp93,58 triliun atau meningkat 5,5 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama 2017 yakni sebesar Rp88,66 triliun.

Ketua Umum AAJI, Hendrisman Rahim mengatakan total pendapatan premi yang mampu tumbuh 5,5 persen di kuartal II tahun ini. Kinerja ini sebagai hasil dari meningkatnya pertumbuhan total premi bisnis baru dan total premi lanjutan, menjadi Rp93,58 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp88,66 triliun.

"Total pendapatan premi merupakan kontributor terbanyak atas total pendapatan industri asuransi jiwa, yakni sebesar 104,3 persen," ujarnya di Jakarta, Senin (27/8/2018).

Pertumbuhan total pendapatan premi juga didorong oleh meningkatnya pendapatan premi dari saluran distribusi bancassurance yang meningkat sebesar 9,5% dan berkontribusi sebesar 44,9%. selain itu dari saluran keagenan mengalami pertumbuhan tertinggi di antara saluran distribusi yang sebesar 9,9% dengan kontribusi 39,3%.

"Sementara saluran distribusi alternatif mengalami perlambatan 12,2% dan memiliki kontribusi sebesar 15,9%. Kemudiam produk tradisional berkontribusi 40,5% dari total premi, dan berkontribusi 47,6% dari bisnis baru," ucapnya.

Namun demikian, untuk total pendapatan (income) asuransi jiwa di kuartal II 2018 mengalami penurunan. Tercatat total pendapatan sebesar Rp89,73 triliun atau mengalami penurunan 22,9% bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya diperiode yang sama yakni sebesar Ro116,35 triliun.

"Nilai pendapatan premi lebih besar dibandingkan total pendapatan disebabkan nilai negatif dari hasil investasi yang cukup tinggi," paparnya.

Adapun untuk jumlah investasi, pada kuartal kedua 2018 turut mengalami pertumbuhan sebesar 2,4% menjadi Rp445,83 triliun. Kenaikan jumlah investasi menjadi kontributor utama dari kenaikan total aset yang sebesar 1,2% menjadi Rp499,96 triliun dibanding pencapaian periode yang sama tahun 2017 senilai Rp493,99 triliun. [hid]

Komentar

Embed Widget
x