Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 20:45 WIB

BKPM Jajakan Proyek Listrik dan Tol ke China

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 27 Agustus 2018 | 17:01 WIB

Berita Terkait

BKPM Jajakan Proyek Listrik dan Tol ke China
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) aktif menawarkan proyek infrastruktur berskema KPBU dalam Market Sounding 90 investor China (Tiongkok).

Kegiatan yang dilakukan di kota Guangzhou pada 23 Agustus 2018 merupakan kegiatan Market Sounding di Tiongkok yang ketiga, setelah sebelumnya dilaksanakan di Shanghai (3/8/2018) dan Beijing (8/8/2018).

BKPM bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia Guangzhou serta didukung oleh China Export & Credit Insurance Corporation (Sinosure) selama pelaksanaan Market Sounding. Sebagai salah satu kota terbesar, Guangzhou dipilih karena memiliki keunggulan sebagai salah satu simpul logistik Tiongkok yang banyak memiliki perusahaan global bidang infrastruktur.

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Tamba P Hutapea menjelaskan bahwa kegiatan Market Sounding di Guangzhou, Tiongkok ini dilakukan untuk menawarkan proyek pembangkit listrik skema IPP dan proyek jalan tol di beberapa daerah.

Disamping itu, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) melengkapi informasi fasilitas untuk proyek infrastruktur skema KPBU dengan memaparkan penjaminan yang dapat diberikan oleh pemerintah.

"Total nilai investasi dari proyek-proyek infrastruktur yang ditawarkan tersebut mencapai 13,2 miliar dolar AS," ujar Tamba dalam keterangan resmi kepada media, Senin (27/8/2018).

Menurut Tamba beberapa pengusaha dari Tiongkok yang hadir berasal dari berbagai sektor antara lain perusahaan investasi, konstruksi, infrastruktur pembangkit listrik, finansial, serta perwakilan pejabat Pemerintah Provinsi Guangdong, Tiongkok.

"Dalam upaya untuk menyediakan infrastruktur, Pemerintah Indonesia memberikan peluang yang seluas-luasnya kepada pihak swasta dari dalam maupun luar negeri untuk berpartisipasi dalam proyek infrastruktur skema KPBU karena adanya dukungan pemerintah dalam bentuk penjaminan dan fasilitas fiskal dan non-fiskal yang dapat dimanfaatkan oleh investor," ungkapnya.

"Beberapa perusahaan tersebut telah menyatakan minat untuk berpartisipasi dengan melakukan investasi dan pelaksanaan pembangunan dari proyek-proyek yang ditawarkan. Minat yang ditunjukan oleh perusahaan Tiongkok tersebut akan ditindaklanjuti oleh BKPM bersama KJRI Guangzhou, para penanggung jawab proyek, dan Sinosure," lanjut Tamba.

Sementara Konsul Jenderal Gustanto menyampaikan bahwa di tengah perkembangan situasi ekonomi global saat ini, investor Tiongkok dapat memanfaatkan lebih banyak peluang investasi yang ada di Indonesia. [ipe]

Komentar

x