Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 21 November 2018 | 12:00 WIB

Bos BI Klaim Kawal Ketat Rupiah Tetap Saja Remuk

Sabtu, 1 September 2018 | 04:09 WIB

Berita Terkait

Bos BI Klaim Kawal Ketat Rupiah Tetap Saja Remuk
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menegaskan komitmen bank sentral untuk menjaga stabilitas ekonomi. Khususnya terkait nilai tukar rupiah terhadap US$ yang kian hari kian melemah.

"Kami tingkatkan intensitas untuk melakukan intervensi, khususnya kami meningkatkan volume intervensi di pasar valas," kata Perry kepada wartawan di Jakarta, Jumat (31/8/2018).

Di samping intervensi pasar, kata Perry, BI telah melakukan pembelian surat berharga negara (SBN) dari pasar sekunder serta membuka lelang foreign exchange swap dengan target di atas US$400 juta dana masuk.

"Itu yang terus kami lakukan langkah stabiliasi di BI. Kami juga lakukan koordinasi secara erat dengan Kemenkeu dan OJK untuk memastikan bahwa stabilitas sistem keuangan dan nilai tukar tetap terjaga," ujar Perry.

Selain melakukan intervensi, Perry terus berupaya meyakinkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia masih kuat. Dijelaskan, ketahanan ekonomi Indonesia sejauh ini, cukup kuat. Baik dari sisi pertumbuhan ekonomi, maupun inflasi Agustus yang diproyeksikan rendah di level 0%.

Gejolak perekonomian yang sedang terjadi di Turki dan Argentina juga tidak akan luput dari perhatian BI. Namun, situasi ekonomi di Indonesia jelaslah berbeda dengan kedua negara tersebut. Di mana, kebijakan moneter dan fiskal di Indonesia dipastikan lebih mengedepankkan prinsip kehati-hatian (prudent).

"Yang membedakan lagi adalah komitmen pemerintah yang kuat di bawah Presiden Joko Widodo untuk segera menurunkan CAD (defisit neraca berjalan)," kata Perry.

Upaya penurunan CAD ditempuh melalui perluasan B20, mendorong pariwisata, dan penundaan sejumlah proyek yang belum financial closing. "Itulah sejumlah hal yang membedakan Indonesia dari negara lain, apalagi dibandingkan Turki dan Argentina. Kami terus mewaspadai dampak-dampak itu, tetapi yakinkan ketahanan ekonomi kita kuat. Sinergi antarpihak untuk memastikan kebjakan prudent dan sejumlah langkah menurunkan CAD telah dan akan diperkuat," kata Perry. [tar]

Komentar

x