Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 21 November 2018 | 12:01 WIB

Di Balik Rontoknya Rupiah Ada Peluang Ekspor Ikan

Rabu, 5 September 2018 | 10:11 WIB

Berita Terkait

Di Balik Rontoknya Rupiah Ada Peluang Ekspor Ikan
(Foto: inilahcom/ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga di bawah angka psikologis baru yakni Rpp14.900/US$ memang bikin gusar. Namun tidak berlaku bagi eksportir ikan.

Destructive Fishing Watch (DFW), menyebutkan, penguatan US$ terhadap rupiah, merupakan peluang untuk peningkatan jumlah ekspor komoditas sektor kelautan dan perikanan. "Kondisi ini mesti dimanfaatkan oleh pelaku usaha perikanan untuk menggenjot ekspor," kata Koordinator Nasional DFW Moh Abdi Suhufan di Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Menurut Suhufan, pemerintah dan dunia usaha perikanan, perlu bersinergi dalam memanfaatkan peluang menguatnya mata uang AS tersebut. Namun demikian, peluang untuk meningkatkan volume ekspor, masih menghadapi sejumlah tantangan. Semisal, harga dan kualitas produk, atau faktor seperti harga ikan di luar negeri lagi murah atau adanya kemungkinan produksi negara lain juga meningkat.

"Pemerintah sebagai regulator perlu memantau aktivitas perdagangan ikan agar kebutuhan dalam negeri bisa terpenuhi sehingga tidak menimbulkan inflasi, namun pada sisi lain peluang ekspor bisa dimanfaatkan secara optimal," ucap Suhufan.

Sebagaimana diwartakan, Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), mengklaim, eksportir sudah mengkonversi 40% devisa hasil ekspor (DHE) ke dalam rupiah.

Ketua Umum GPEI Benny Soetrisno di Jakarta, Rabu (8/8/2018), mengatakan, eksportir yang belum mengkonversi DHE ke rupiah karena kebutuhan valuta asing (valas) untuk membayar impor bahan baku dan barang modal demi kelanjutan usaha sesuai target bisnis yang dicanangkan.

Sebagai gambaran, sepanjang 2017, nilai ekspor Indonesia mencapai US$168,73 miliar. Dari angka tersebut, DHE yang dibawa pulang dan disimpan di perbankan domestik mencapai 90%.

Menurut data Bank Indonesia (BI), lebih dari 90% eksportir sudah membawa DHE ke dalam negeri. Angka sementara triwulan I-2018, menunjukkan, aliran DHE ke bank domestik mencapai US$32,63 miliar, atau 92,9% dari jumlah DHE yang mencapai US$35,12 miliar. [tar]

Komentar

x