Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 04:13 WIB

Diversifikasi Energi, Sri Mulyani Sebut Islandia

Jumat, 7 September 2018 | 05:09 WIB

Berita Terkait

Diversifikasi Energi, Sri Mulyani Sebut Islandia
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: Fadil Dj)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, menilai, diversifikasi energi berdampak positif bagi perekonomian nasional. Karena bisa mengurangi keetergantungan impor sektor energi.

"Agar ekonomi menjadi lebih bertahan, Indonesia harus mampu menghasilkan energi yang lebih "diversify". Dan itu tidak hanya karena kita juga memiliki resources potential untuk men-diversify, tapi juga kita mampu untuk memiliki pilihan energi, geothermal is one of the sources," kata Sri Mulyani saat menjadi pembicara kunci dalam acara the 6th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2018 di Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, Indonesia bisa belajar dari Islandia yang sebelumnya sangat bergantung kepada energi fosil. Kini, Islandia mampu mengembangkan energi panas bumi atau geotermal.

Islandia sempat mengalami krisis ekonomi yang dipicu ketergantungan kepada impor minyak bumi. Di mana, neraca pembayarannya jebol ditambah krisis perbankan domestik.

"Krisis itu membuat Islandia mengubah kebijakan. Ia adalah negara yang memiliki potensi geotermal sangat besar. Kini mereka tidak lagi harus impor minyak untuk bisa penuhi energi dalam rangka untuk menghangatkan badan saat `winter` dan mendinginkan saat panas," ujar Sri Mulyani.

Sebagai negara importir minyak, Indonesia perlu merubah strategi dengan mengakselerasi pengembangan energi baru terbarukan (EBT), termasuk panas bumi atau geotermal. Saat ini, energi geotermal dianggap sebagai energi yang relatif mahal ketimbang energi alternatif lainnya.

Kendati demikian, hal tersebut merupakan tantangan bagi pemerintah selaku pembuat kebijakan dan juga bagi PT Perusahaan Listrik Negara (Persero/PLN).

Sri Mulyani berharap dua BUMN yaitu PT Sarana Multi Infrastruktur dan Geo Dipa, dapat membantu mengakselerasi berbagai proyek yang dibutuhkan untuk menciptakan energi berkelanjutan di masa depan di Indonesia.

Pada tahun lalu, pemerintah menyediakan dana pembiayaan infrastruktur sektor panas bumi atau geothermal fund yang bersumber dari APBN 2017 dan dana hibah Bank Dunia sebesar Rp3,7 triliun.

Dana dari APBN 2017 tersebut berjumlah Rp3 triliun, dan sisanya geothermal fund mendapatkan tambahan dana yang berasal dari hibah Bank Dunia sebesar US$55,25 juta, atau sekitar Rp700 miliar. Pemerintah menunjuk PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk mengelola dana tersebut. Kontraktor panas bumi bisa mengajukan pinjaman dari dana geothermal fund tersebut. [tar]

Komentar

x