Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 21 November 2018 | 11:53 WIB

Cara Hitung Salah, Neraca Migas Jonan Ditolak DPR

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 7 September 2018 | 08:09 WIB

Berita Terkait

Cara Hitung Salah, Neraca Migas Jonan Ditolak DPR
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignatius Jonan - (Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - Dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignatius Jonan memamerkan tabel neraca migas 2017-2018, Kamis (6/9/2018).

Berdasarkan data itu, triwulan II-2018, neraca perdagangan migas mengalami defisit US$3,32 miliar. Hal ini dipicu impor sebesar US$6,29 miliar dikurangi ekspor US$2,97 miliar.

Hanya saja, defisit neraca migas tersebut bisa ditutup dari penerimaan negara sektor migas. Di mana, penerimaan sektor migas menccapai US$3,57 miliar, ditambah ekspor migas US$2,97 miliar. Dikurangi impor US$6,29 miliar, hasilnya neraca migas masih surplus US$0,25 miliar.

Mendengar data yang dijelaskan Jonan, rata-rata anggota Komisi VII DPR bingung. Formula perhitungan yang dipakai Jonan dipertanyakan. Sebab, dalam perhitungannya kok ada unsur penerimaan negara.

Anggota Komisi VII DPR asal Gerindra, Ramson Siagian menegaskan, biasanya untuk menghitung neraca migas hanya total impor dikurangi ekspor. Jadi, bukan memasukan penerimaan negara.

Menurut dia, data itu tidak ada korelasinya. Apalagi, dalam eksport ada hasil ekspor Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
"Kalau ada penerimaan negara itu apa. Dan kalau ada ekspor KKKS berapa punya negara. Ini bukan hal yang bisa digabung lalu kemudian dibandingkan. Jangan pencitraan. Mana ada hasil ekspor non pemerintah (KKKS) ditambah dengan penerimaan negara lalu dikurangi impor," kata Ramson.

Hal senada juga disampaikan oleh anggota Komisi VII DPR lain yakni Maman Abdurahman. Dia mengaku tak mengerti apa yang dipaparkan Jonan.

Dia mendesak agar Jonan mencabut data tersebut. Namun, Jonan bersikukuh dengan data yang diramu timnya itu. Dia menegaskan tidak menuruti keinginan Komisi VII DPR.

Silang pendapat terjadi, akhirnya rapat ditutup tanpa menghasilkan keputusan ataupun kesimpulan. Sebab masih diperlukan data-data baik penerimaan sektor migas untuk pembahasan detail. [ipe]


Komentar

Embed Widget
x