Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 10:28 WIB

Rakyat Miskin Pasang Listrik Baru Dapat Subsidi

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 7 September 2018 | 03:30 WIB

Berita Terkait

Rakyat Miskin Pasang Listrik Baru Dapat Subsidi
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengusulkan pemberian subsidi Rp500 ribu rupiah untuk pemasangan listrik baru 450 VA dan 900 VA.

Hal ini disampaikan Menteri ESDM, Ignatius Jonan dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Jakarta, Kamis (6/9/2018). Jonan menyebut, subsidi tersebut diberikan kepada masyarakat yang kurang mampu. "Subsidi listrik akan tetap diberikan pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA yang miskin dan rentan miskin sesuai data terpadu program penanganan fakir miskin," kata Jonan.

Menurut Jonan, saat ini, terdapat 2,4 juta rumah tangga yang belum menikmati listrik. Dengan subsidi pemasangan tersebut. masyarakat tak mampu bisa menikmati listrik. "(Bahkan) di Jawa masih ada calon pelanggan atau rumah tangga yang tidak mampu membayar biaya sambung," kata dia.

Guna merealisasikan subsidi itu, Jonan mengusulkan penambahan subsidi listrik sebesar Rp1,21 triliun. Tambahan ini untuk mensubsidi 2,4 juta rumah tangga yang belum memasang listrik.

Adapun dalam RAPBN 2019, subsidi listrik diproyeksikan sebesar Rp56,46. Dengan tambahan Rp1,21 triliun maka subsidi setrum naik menjadi Rp57,67 triliun.

Menurut Jonan, usulan besaran subsidi listrik dalam RAPBN 2019 mengacu kepada asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) sebesar US$70 per barel dengan kurs Rp14.400 per US$.

Jonan menambahkan, usulan subsidi tarif listrik tersebut dilatarbelakangi tumbuhnya pelanggan baru dengan daya 450 VA, pelanggan tersebut baru menikmati sambungan listrik. Penyambungan pelanggan baru ini untuk meningkatan penyebaran kelistrikan (rasio elektrifikasi). "Pelanggan daya 450 VA akan tumbuh, mungkin sesuai arahan ada ekspansi meningkatan rasio elektrifikasi ada desa baru yang teraliri listirk 450 VA," ujar dia.

Menurut Jonan, saat ini, rasio elektrifikasi sudah mencapai 97,13%. Capaian ini melebihi target yang ditetapkan pada 2018 sebesar 97,5%. "99,9 persen di akhir 2019. Ini tentunya kebijakan tidak bisa diambil yang di bawah," kata dia. [ipe]

Komentar

x