Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 15:51 WIB

Satgas Investasi Temukan 182 Fintech Ilegal

Jumat, 7 September 2018 | 16:09 WIB

Berita Terkait

Satgas Investasi Temukan 182 Fintech Ilegal
Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam Lumban Tobing - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Satgas Waspada Investasi, menemukan 182 perusahaan teknologi finansial (fintech) melakukan bisnis pinjam-meminjam tidak terdaftar di OJK.

Dengan kata lain, kegiatan peer to peer lending dari 182 fintech itu, tidak terdaftar atau memiliki izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Berdasarkan pemeriksaan pada website dan aplikasi pada Google Playstore, Satgas Waspada Investasi kembali menemukan 182 entitas yang melakukan kegiatan penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi tanpa izin OJK sesuai POJK 77/POJK.01/2016, yang berpotensi merugikan masyarakat," kata Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam Lumban Tobing di Jakarta, Jumat (7/9/2018).

Dengan temuan ini, jumlah fintech pinjam meminjam tidak berijin yang ditemukan Satgas Waspada Investasi menjadi 407 entitas, setelah pada temuan sebelumnya Satgas menemukan 227 entitas yang beroperasi tanpa izin OJK.

Dua platform dari 227 aplikasi peer to peer lending tak berizin tersebut, telah mempunyai izin dan terdaftar di OJK yaitu Bizloan dan KTA Kilat.

Di mana, bizloan merupakan aplikasi milik dari PT Bank Commonwealth sedangkan KTA Kilat merupakan milik dari PT Pendanaan Teknologi Nusa.

Satgas Waspada Investasi meminta entitas fiintech tak berizin segera menghentikan kegiatan pinjam meminjam, menghapus semua aplikasi penawaran pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi, menyelesaikan segala kewajiban kepada pengguna, dan segera mengajukan pendaftaran ke OJK.

"Satgas Waspada Investasi juga meminta masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan dengan entitas yang tidak berizin tersebut karena tidak berada di bawah pengawasan OJK dan berpotensi merugikan masyarakat," ujar Tongam.

Sampai 4 September 2018, jumlah perusahaan fintech pinjam meminjam yang terdaftar atau berizin OJK mencapai 67 perusahaan. Jumlah perusahaan yang dalam proses pendaftaran 40 dan perusahaan yang menyatakan berminat mendaftar 38 perusahaan.

Sementara hingga Juli 2018, jumlah rekening penyedia dana (lender) pinjam meminjam mencapai 135.025 entitas atau meningkat 33,77% (ytd). Jumlah rekening peminjam (borrower) 1.430.357 entitas, atau meningkat 450,91% (year to date/ytd).

Adapun total penyaluran pinjaman hingga Juli 2018, Rp9,21 triliun, atau meningkat 259,36% (ytd), dengan tingkat rasio kredit bermasalah (NPL) 1,4%. [tar]

Komentar

x