Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 21 November 2018 | 07:56 WIB

Tahun Ini, PUPR Bangun 134 Jembatan Gantung

Sabtu, 8 September 2018 | 03:09 WIB

Berita Terkait

Tahun Ini, PUPR Bangun 134 Jembatan Gantung
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun 134 jembatan gantung tersebar di 20 provinsi.

Anggaran untuk membangun 134 jembatan gantung ini mencapai Rp770,5 miliar. Sebanyak 50 jembatan gantung ditargetkan rampung November 2018. Sisanya yang 84 jembatan gantung ditargetkan rampung Desember 2018.

"Jembatan gantung sangat dibutuhkan dan kehadirannya disambut baik oleh masyarakat karena manfaatnya nyata," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (7/9/2018).

Menurut Basuki, dari 134 jembatan gantung itu sebanyak 62 unit telah terkontrak, 63 unit dalam proses lelang, dan sembilan unit masih dalam tahap persiapan lelang.

Basuki memastikan, pembangunan jembatan gantung tidak akan terpengaruh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Hal tersebut, lanjutnya, karena material yang digunakan dalam pembangunan jembatan gantung merupakan produksi dalam negeri.

Basuki menambahkan keberadaan jembatan gantung yang diperuntukkan bagi pejalan kaki itu memiliki peran penting untuk menghubungkan atau memperpendek jarak tempuh desa terpencil ke desa lainnya maupun kantor pemerintahan yang terpisahkan karena kondisi geografis, seperti adanya sungai besar.

Jembatan gantung memberikan manfaat yang besar baik untuk transportasi orang, barang dan komoditas sehingga ada efisiensi dalam biaya maupun waktu.

Dengan hadirnya jembatan gantung, menurut dia, maka warga tidak perlu lagi berjalan memutar, sehingga akan memperpendek jarak menuju berbagai fasilitas publik, seperti sekolah, pasar, tempat kerja, mengurus administrasi ke kantor kelurahan atau kecamatan, dan akses silaturahmi antarwarga.

Pembangunan jembatan gantung dengan panjang antara 42-120 m itu tersebar di Provinsi Aceh 3 unit, Sumatera Utara 7 unit, Riau 2 unit, Sumatera Barat 6 unit, Jambi 4 unit, Sumatera Selatan 2 unit, Banten 30 unit, Jawa Barat 23 unit, DIY 3 unit, Jawa Tengah 9 unit, dan Jawa Timur 12 unit.

Selanjutnya, di Kalimantan Barat 4 unit, Kalimantan Tengah 4 unit, Kalimantan Timur 1 unit, Nusa Tenggara Timur 4 unit, Sulawesi Tenggara 2 unit, Sulawesi Utara 4 unit, Sulawesi Tengah 2 unit, Sulawesi Selatan 8 unit, dan Papua 4 unit. [tar]

Komentar

x