Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 22 November 2018 | 04:08 WIB

Rupiah Normal Lagi, Begini Saran Anwar Nasution

Oleh : M Fadil Djaelani | Sabtu, 8 September 2018 | 17:09 WIB

Berita Terkait

Rupiah Normal Lagi, Begini Saran Anwar Nasution
Ekonom senior, Prof Anwar Nasution - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Sepekan ini, nilai tukar rupiah terhadap US$ boleh dibilang masuk titik terendah, mendekati Rp15.000/US$. Pada Jumat (7/9/2018), rupiah sedikit menguat menjadi Rp14.815/US$, atau naik tipis 0,47%.

Ekonom senior, Prof Anwar Nasution meminta pemerintah untuk segera menyelamatkan mata uang Garuda. Demi menyelamatkan perekonomian nasional yang saat ini sedang naik turun.

"Apa yang harus diperbaiki, dalam jangka pendek lakukan capital kontrol. Supaya kurs rupiah itu bisa menurun. Paksakan supaya hasil ekspor itu disimpan di dalam negeri, kalau perlu simpan di dalam SBI (Sertifikat Bank Indonesia), kasih bunga," saran Anwar saat ditemui di Kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (8/9/2018).

Nah langkah kedua yang perlu dilakukan lanjut mantan Deputi Senir Bank Indonesia (BI) adalah dengan meningkatkan nilai ekspor dalam negeri, dirinya meminta daya saing produk ekspor lebih ditingkatkan, selain itu dari sisi pendapatan pajak juga harus ditingkatkan.

"Yang kedua, ekspor dikembangkan mulai dari ekspor kerudung ini, jangan lagi buatan cina, kemudian pajak dinaikkan, kalau tidak terus menerus kita tidak memiliki pendapatan yang baik, sehingga defisit, harus punya surplus anggaran, itu yang tidak ada," kata Anwar.

Namun langkah yang paling cepat dalam situasi ini kata dia adalah dengan memaksakan pengusaha dalam negeri untuk memparkir devisa di tanah air. "Dipaksakan, jangam cuma imbauan. Dipaksa mereka taruh uangnya dalam bentuk SBI. masukan ke BI sana. Supaya mengendap disini beberapa bulan, jangan engga, tapi selama ini ada hasil ekspor langsung taruh di Singapura atau Hongkong," kata Anwar yang pernah menjabat Ketua BPK ini. [ipe]


Komentar

Embed Widget
x