Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 22 November 2018 | 04:09 WIB

Ini Indikasi Fundamental Ekonomi Masih Lemah

Oleh : M Fadil Djailani | Minggu, 9 September 2018 | 14:57 WIB

Berita Terkait

Ini Indikasi Fundamental Ekonomi Masih Lemah
Ekonom senior Prof Anwar Nasution - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ekonom senior Prof Anwar Nasution menyebut penyebab melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang hampir tembus Rp15.000, karena kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang belum kuat saat adanya krisis global.

Anwar mengatakan sedikitnya ada 3 faktor yang sudah cukup mengatakan fundamental ekonomi dalam negeri tak kuat, maka dari itu dirinya meminta pemerintah untuk mengatasi situasi ini.

"Secara berkala kita mengalami krisis 1990, 1997, 1998, 2018. Biasanya orang Indonesia hanya mencari kambing hitam, engga pernah bercermin kemuka sendiri," kata Anwar dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (8/9/2018).

Ketiga faktor yang disebut Anwar adalah rasio penerimaan pajak yang rendah di angka 10%. Saat ini jumlah tabungan masyarakat Indonesia yang tersimpan di bank sangat rendah. Terakhir, nilai ekspor yang lebih kecil ketimbang nilai impor.

"Biaya pembayaran utang meningkat, kurs meningkat, harga tempe naik karena kedelainya impor. Sangat rawan terhadap gejolak luar negeri itu. Tabungan kita sangat rendah, maka pemerintah ngutang, jual obligasi, siapa yang beli? 70% yang beli adalah orang asing," katanya. [hid]

Komentar

Embed Widget
x