Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 15:54 WIB

Belajar Prinsip Melayani dari Sosok Pengusaha Jos

Oleh : Ahmad Munjin | Minggu, 9 September 2018 | 17:38 WIB

Berita Terkait

Belajar Prinsip Melayani dari Sosok Pengusaha Jos
Bernardus Yosep Te Victoria - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Berkat prinsip melayani, Bernardus Yosep Te Victoria mampu menjadi entrepreneur sukses yang sanggup memiliki lima perusahaan sekaligus. Melayani adalah filosofi hidup sekaligus prinsip membangun bisnis milik Jos, sapaan akrabnya.

Tak tanggung-tanggung, valuasi perusahaannya pun mencapai belasan miliar rupiah. Diceritakan Jos, bisnis pertamanya adalah Numedia yang merupakan perusahaan bergerak pada layanan digital signage untuk media luar ruang.

Kedua, Go Line, yakni aplikasi berbasis sistem antrean online. Contohnya, untuk diaplikasikan di rumah sakit. Ketiga, Numyseed Academy, yaitu kampus yang bergerak di bidang perhotelan dan pelayanan yang berlokasi di Cianjur, Jawa Barat.

Keempat adalah Numotion, yang merupakan perusahaan yang bergerak di production house sekaligus graphic house. Kelima, Kamubisa.com, yang merupakan Web TV Channel yang menayangkan berbagai video tutorial.

Siapa sangka, titik balik pria berambut gimbal itu justru saat ia berprofesi sebagai seorang office boy. Tepat di tahun 1996, Jos memang memilih merantau ke Jakarta dengan bermodal ijazah SMA. "Pertama kali di Jakarta, saya memang menjadi seorang salesman buku. Tapi itu tak lama, karena saya tidak berhasil menjadi seorang salesman. Setelah itu, saya menjadi office boy di ANTV," begitu dia bercerita.

Hanya bertahan sembilan bulan di stasiun TV swasta itu, Jos kemudian diajak bos MTV Indonesia, Daniel Tumiwa, untuk bergabung.

"Tetapi, profesi saya masih sama, sebagai office boy. Namun, di MTV Indonesia, saya justru banyak menimba ilmu. Bahkan, Mas Daniel (Daniel Tumiwared), menjadi guru saya yang selalu mengajari saya untuk terus berinovasi, termasuk mengajari saya tentang ilmu pemasaran," urai pria yang kemudian memilih bergabung di Vertigo, rumah produksi di mana salah satu pendirinya adalah Daniel Tumiwa.

Selepas dari Vertigo, suami dari Maria itu, memutuskan untuk membangun bisnis Numedia. Dari sana, Jos terus mengembangkan sayap bisnisnya. Kini, ada lima perusahaan yang telah dibangun Jos. Menurut dia, kunci keberhasilannya dalam membangun bisnis adalah filosofi melayani.

Mulai dari melayani atasan dan pegawai di kantor ketika ia masih berprofesi sebagai office boy, hingga melayani karyawan, keluarga karyawan, dan klien ketika ia sudah menjadi pemimpin sekaligus pengusaha. Termasuk, melayani keluarganya di rumah.

"Filosofi melayani itulah yang kemudian ia wujudkan dengan meluncurkan sebuah buku berjudul "IM Jongos".

Dia mengungkapkan, dua tahun lalu, teman-teman dia mendorong untuk membuat buku atau film terkait kisah hidupnya. "Tapi, saya tidak begitu yakin. Selanjutnya, dua bulan lalu, ketika mantan bos saya, Mas Daniel, berkunjung, dia meyakinkan saya untuk membuat buku. Alasannya, buku tersebut dapat menginspirasi mereka yang membaca," papar dia.

Akhirnya, dengan tujuan menginspirasi, Jos pun meluncurkan buku "IM Jongos" pada pekan kedua September 2018 di Jakarta. Ia menegaskan, kata Jongos bermakna ganda, yakni seorang pelayan karena dia memang berawal dari office boy serta filosofi melayani.

"Artinya, dari dulu hingga sekarang, saya masih melayani. Konsep melayani yang saya usung tidak hanya berhenti pada karyawan, keluarga, dan klien. Saya juga ingin melayani anak-anak yang diyatim-piatukan oleh keadaan. Sebab, saya merasakan bagaimana hidup di tengah kekurangan. Mulai dari angon kerbau, tukang ojek, salesman buku, hingga office boy," ia mengisahkan.

Ya, Jos bertekad untuk mendirikan "Rumah Pintar", yakni sejenis panti penampungan untuk anak-anak yatim piatu dan fakir miskin. "Di Rumah Pintar, mereka akan diajarkan untuk menjadi seorang entrepreneur. Misalnya, mulai dari diedukasi berkebun, beternak, memiliki keterampilan terkait bengkel, hingga multimedia. Di sana, mereka juga akan ditumbuhkan mental pemberi serta mengikis habis mental peminta," tuturnya.

Bagi Jos, parameter sukses tidak semata diukur dari seberapa besar ia mampu membangun bisnis. "Sukses adalah ketika saya mampu membuat orang lain senang, bahagia, dan tertawa. Selain filosofi melayani, saya juga meyakini bahwa dalam hidup, saya tidak mencari uang. Melainkan, mencari ilmu. Ketika ilmu didapat, maka uang akan datang dengan sendirinya," kata Jos dengan nada sangat yakin.

Sementara itu, di mata Daniel, Jos adalah sosok entrepreneur yang mampu menginspirasi semua orang. "Jos selalu menjalani dengan sungguh-sungguh setiap pekerjaannya. Ketika ia tertarik dengan peralatan shooting, ia yakin ke depannya akan memiliki banyak alat untuk memproduksi film. Ketika ia belajar ilmu manajemen dan pemasaran, ia yakin akan memimpin banyak orang ke depannya. Dan, semuanya berhasil terwujud," imbuhnya. [jin]

Komentar

x