Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 21 November 2018 | 11:58 WIB

Gandeng Kampus, Kementan Cetak Wirausaha Pertanian

Senin, 10 September 2018 | 17:09 WIB

Berita Terkait

Gandeng Kampus, Kementan Cetak Wirausaha Pertanian
Kepala Badan SDM Pertanian Kementan, Momon Rusmono

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPP-SDMP) menyiapkan lulusan berorientasi wirausahawan bidang pertanian, melalui Politeknik Pembangunan Pertanian.

Kepala Badan SDM Pertanian Kementan, Momon Rusmono di Jakarta, Senin (10/9/2018), mengatakan, BPP-SDMP telah melakukan transformasi pendidikan vokasi pertanian dari yang semula Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP), kini menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan).

"Dampak dari transformasi ini yang semula STPP hanya berorientasi menghasilkan penyuluh pertanian, setelah kini menjadi Polbangtan diarahkan menghasilkan job creator berjiwa wirausaha dengan keahlian bidang pertanian, peternakan, dan perkebunan," kata Momon.

Ada pun Kementerian Pertanian akan meluncurkan Polbangtan pada 18 September 2018 mendatang di Polbangtan Bogor yang akan dilakukan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Momon mengatakan transformasi pendidikan ini dilakukan guna menjaga keberlanjutan pembangunan pertanian atau regenerasi pertanian yang berkarakter socioagripreneur.

Dengan perubahan ini, program studi pun juga bertambah dari semula di STPP hanya memiliki tiga program studi, menjadi 13 program studi. Ketiga belas program studi tersebut adalah penyuluhan pertanian berkelanjutan, penyuluhan perkebunan presisi, teknologi produksi tanaman perkebunan, penyuluhan peternakan dan kesejahteraan hewan.

Selanjutnya, agribisnis hortikultura, kesehatan hewan, mekanisasi pertanian, teknologi benih, teknologi pakan ternak, produksi ternak, agribisnis peternakan, budidaya hortikultura, dan budidaya ternak.

Ketiga belas program studi ini sudah menerima mahasiswa baru sebanyak 1.300 orang, dari 12.000 peserta yang mengikuti tes tertulis. Metode pembelajaran Polbangtan juga berbeda dibandingkan STPP, yakni menggunakan penerapan teaching factory atau 30% teori dan 70% praktik lapangan dengan berorientasi menghasilkan wirausahawan muda bidang pertanian.

Sebanyak enam STPP yang beralih menjadi Polbangtan adalah STPP Medan yang menjadi Polbangtan Medan, STPP Bogor menjadi Polbangtan Bogor, STPP Magelang menjadi Polbangtan Yogyakarta-Magelang, STPP Malang menjadi Polbangtan Malang, STPP Gowa menjadi Polbangtan Gowa dan STPP Manokwari menjadi Polbangtan Manokwari. [tar]

Komentar

Embed Widget
x