Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 15:51 WIB

Permen Diteken, KKKS Kudu Jual Minyak ke Pertamina

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 11 September 2018 | 02:13 WIB

Berita Terkait

Permen Diteken, KKKS Kudu Jual Minyak ke Pertamina
(Foto: inilahcom/ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menerbitkan peraturan terkait pembelian minyak bagian kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) oleh PT Pertamina (Persero).

Peraturan itu dituangkan dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 42 Tahun 2018. Permen ini mengatur tentang prioritas pemanfaatan minyak bumi untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

Dalam peraturan yang diteken oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan itu tersebut menyebutkan, Pertamina dan badan usaha pemegang izin usaha pengolahan minyak bumi wajib mengutamakan pasokan minyak bumi yang berasal dri dalam negeri.

Kemudian, Pertamina dan badan usaha pemegang izin usaha pengelolaan minyak bumi, wajib mencari pasokan minyak bumi yangberasal dari kontrktordalam negeri, sebelum merencakan impor minyak bumi.

Kontraktor atau produsen minyak bumi juga dikenakan kewajiban, menawarkan minyak bumi bagianya ke Pertamina, hal ini diatur dalam Pasal 3.

Penawaran dilaksanakan Palin lambat tiga bulan, sebelum dimulainya rekomendasi ekspor untuk seluruh volume minyak bumi bagian kontraktor. Ketentuan ini tercantum dalam Pasal 4. Hal ini seperti dikutip dari Permen ESDM, Senin (10/9/2018).

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) diperbolehkan menjual jatah produksi miliknya ke luar negeri. Dari total produksi minyak Indonesia sebesar 800 ribu barel per hari, sekitar 200 ribu hingga 300 ribu barel merupakan jatah KKKS dan biasanya diekspor.

Di sisi lain, Pertamina mengimpor minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Apabila jatah KKKS ini dibeli Pertamina dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, menurut Pemerintah, akan menjaga devisa negara, mengurangi impor serta menghemat biaya transportasi.

Saat ini, kebutuhan BBM Indonesia mencapai 1,3-1,4 juta barel per hari. Untuk memenuhi kekurangan BBM, Pertamina mengimpor dalam bentuk minyak mentah dan produk. [jin]

Komentar

x