Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 04:19 WIB

Kabar dari Seoul

Industri Manufatur Korsel Investasi US$446 Juta

Oleh : M Fadil Djaelani | Rabu, 12 September 2018 | 00:39 WIB

Berita Terkait

Industri Manufatur Korsel Investasi US$446 Juta
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto - (Foto: Fadil Dj)

INILAHCOM, Jakarta - Sejumlah industri manufaktur berbagai sektor asal Korea Selatan (Korsel), menyatakan sangat berminat untuk segera menanam modalnya di Indonesia.

Komitmen investasi ini merupakan hasil dari Indonesia-Korea Business and Investment Forum 2018, sekaligus peringatan hubungan diplomatik kedua negara yang telah terjalin baik selama 45 tahun.

"Pertemuan ini mencerminkan antusiasme besar pengusaha Korea untuk lebih mendorong kolaborasi bisnis dengan Indonesia, baik dalam bentuk perluasan usaha maupun investasi baru di beberapa sektor industri yang prospektif," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat berada di Seoul, dalam keterangan resmi, Selasa (11/9/2018).

Enam perusahaan Negeri Ginseng yang telah komit berinvestasi, adalah LS Cable & System yang bermitra dengan PT Artha Metal Sinergi, mengembangkan industri kabel listrik senilai US$50 juta di Karawang, Jawa Barat. Parkland yang menggelontorkan dana US$75 juta guna membangun industri alas kaki di Pati, Jawa Tengah. Sae-A Trading membenamkan modal US$36 juta bidang tekstil dan garmen di Tegal, Jawa Tengah.

Adapula Taekwang Industrial ingin membangun industri alas kaki senilai US$100 juta di Subang dan Bandung, Jawa Barat. World Power Tech bermitra dengan PT NW Industries, berinvestasi US$85 juta, mengembangkan industri turbin dan boiler di Bekasi, Jawa Barat. Dan, InterVest bersama Kejora Ventures, berinvestasi US$100 juta untuk pembiayaan startup (modal ventura) di DKI Jakarta. Dari keenamnya itu total investasinya mencapai US$446 juta.

Airlangga meyakini, kerja sama yang terjalin bisa mendorong industri manufaktur nasional. Sehingga bisa menumbuhkan nilai tambah bahan baku dalam negeri, sekaligus menyerap tenaga kerja lokal. "Ini yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi secara inklusif, terutama melalui program hilirisasi," tegasnya.

Sinergi yang dibangun para pelaku industri Korsel dan Indonesia ini, lanjut Airlangga, diharapkan bisa mendukung implementasi Making Indonesia 4.0. Salah satunya adalah membangun ekosistem inovasi dengan transfer teknologi yang berkelanjutan.

"Kami optimistis, hubungan antara kedua negara ini sangat menjanjikan di tahun-tahun mendatang dan itu akan menjadi dasar yang kuat untuk hubungan lebih lanjut antara kedua negara, terutama dalam membangun perekonomian," papar Airlangga. [ipe]

Komentar

x