Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 22 November 2018 | 04:09 WIB

PLN Berikan Trauma Healing Korban Gempa Lombok

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 12 September 2018 | 05:33 WIB

Berita Terkait

PLN Berikan Trauma Healing Korban Gempa Lombok
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Lombok - Selain memberikan bantuan medis, PLN Peduli juga bekerjasama dengan RSCM melakukan trauma healing alias penyembuhan trauma pasca bencana gempa yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan bakti sosial ini berpusat di Tanjung, Lombok Utara. Daerah ini terdampak gempa paling parah dari daerah lain di Lombok. Bahkan 90 persen rumah daerah ini roboh.

Kegiatan yang berlangsung dari 11 sampai dengan 14 September 2018 ini diikuti 19 tim medis dan 10 orang dokter spesialis. Seluruh tim dokter membatu melakukan pemeriksaan kesehatan para pengungsi korban gempa.

General Manager PLN Wilayah NTB Rudi Purnomoloka menyebut, acara ini adalah program lanjutan untuk mewujudkan PLN Peduli korban bencana gempa bumi.

Sebab, sejak awal gempa terjadi Tim PLN Peduli sudah menurunkan Tim Reaksi Cepat melakukan evakuasi korban, membersihkan puing, membuka Khusus dapur umum.

"Kami juga mengeluarkan 6 ribu nasi bungkus perhari untuk 3 kali makan dalam sehari, membuat MCK, membagikan selimut dan bahan pokok," kata Rudi di Lokasi Gempa, Lombok Utara, Selasa (11/9/2018).

Disamping itu, PLN dengan sigap melakukan penormalan kelistrikan dengan mendatangkan tenaga teknik dari luar lombok yaitu dari PLN Pusat, PLN Distribusi Jawa Tengah, PLN Distribusi Jawa Timur dan PLN Distribusi Bali.

"Aksi ini didasari oleh kepedulian PLN untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan agar warga," ujar Rudi.

Direktur Utama RSCM, dr. Lies Dina Liastuti menyambut baik acara ini. Pasalnya, dengan gotong royong maka bencana yang sekarang ini tengah menimpa masyarakat NTB bisa diatasi denga ringan.

"Semoga kerja sama seperti ini akan terus terjalin," ujar Dina.

Salah satu warga Lombok Utara, Rida mengatakan, sampai saat ini warga masih mengalami trauma terhadap gempa. Hampir rata-rata warga takut untuk masuk ke dalam rumah.

"Sekarang masih pda trauma mas. Warga lebih memilih tidur di tenda dari pada di dalam rumah. Kalau yang tinggal di dalam rumah ya itu rumahnya bukan permanen, tapi bangunan dari kayu," kata dia.

Pantauan di lapangan, memang pasca gempa hampir semua warga enggan tinggal di rumah. Mereka memilih tinggal di dalam tenda-tenda pengungsian dengan alasan keselamatan. Bantuan yang saat ini diperlukan memang kesehatan. [hid]

Komentar

Embed Widget
x