Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 04:16 WIB

Sistem Kelistrikan Lombok 100% Normal

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 12 September 2018 | 07:01 WIB

Berita Terkait

Sistem Kelistrikan Lombok 100% Normal
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Lombok - Perusahaan Listrik Negara (PLN) persero terus berusaha memperbaiki sistem kelistrikan di Lombok, NTB, yang padam akibat gempa berskala 7.0 SR pada Minggu (19/7/2018) lalu.

General Manager PLN Wilayah NTB, Rudi Purnomoloka menyebut sistem kelistrikan di Lombok sekarang ini sudah 100% normal. Pemulihan ini, kata dia, dikakukan dalam waktu cepat. Ini karena PLN Jawa Timur dan Bali ikut membatu pemulihan. "Saat ini listrik PLN di Lombok sudah 100% semua gardu sudah nyala," kata Rudi di Lombok, Selasa (11/9/2018).

Meski sitem kelistrikan sudah 100% normal, namun perusahaan setrum belum bisa melistriki semua rumah warga Lombok Utara. Sebab, kata dia, hampir 90 persen rumah warga mengalami kerusakan berat.

"Kalau pun listrik padam karena rumahnya hancur, jadi engga ada yang bisa dilistriki, karena hampir 90 persen rumahnya rusak. Dan mereka tinggalnya di tenda-tenda di posko-posko," ujar dia.

Menurut dia, saat ini PLN tengah fokus unuk melistriki posko-posko pengungsian. Dengan pemasangan ini, warga yang mengungsi di posko bisa menikmati listrik.

Bahkan, PT PLN dalam waktu satu bulan kedepan tak memungut biaya tagihan warga terdampak gempa. Termasuk di posko pengungsian dalam waktu sebulan tak dipungut biaya. "Yang menjadi fokus kami adalah menyalakan listrik (masyarakat terdampak gempa)," kata Rudi.

Rudi sebelumnya mengatakan, akibat bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB), PT PLN (Persero) mengalami kerugian puluhan miliar. Kerugian ini dari kerusakan infrastruktur kelistrikan di Lombok, NTB. [hid]

Kerusakan itu antara lain adalah travo miring, kabel sambungan rumah tangga yang jatuh, kabel terlepas dari isolator dan tiang yang miring.

"Gempa mebuat infrastruktur kami mengalami gangguan. Kerugian mencapai hampir Rp70 miliar, dan semua itu fisik saja, pembangkit, travo rusak, paling banyak sambungan rumah tangga," kata Rudi.

Nilai ini baru perkiraan saja, sebab kata dia, kerugian belum termasuk penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) digantikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang sempat berhenti beroperasi. "Itu diluar PLTU kita yang tidak beroperasi digantikan diesel," ujar dia. [hid]

Komentar

x