Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 21 November 2018 | 12:00 WIB

Respons Demo Gerhana

Bos GoJek Janji Kesejahteraan Mitra Pengemudi

Rabu, 12 September 2018 | 17:58 WIB

Berita Terkait

Bos GoJek Janji Kesejahteraan Mitra Pengemudi
VP Corporate Communication GoJek, Michael Say

INILAHCOM, Jakarta - GoJek merespons langsung aspirasi peserta aksi demo yang menamakan diri Gerakan Hantam Aplikator Nakal (Gerhana).

Gerhana ini merupakan kumpulan dari berbagai komunitas mitra pengemudi transportasi berbasis digital, mayoritas kendaraan roda empat, menerima tanggapan dari manajemen GoJek.

VP Corporate Communication GoJek, Michael Say yang menerima langsung kehadiran Gerhana setelah sebelumnya mendemo kantor GRAB di Lippo Kuningan, Jakarta, Senin (10/09/2018).

Ketika naik panggung untuk berbicara, Michael didampingi Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Hubdar) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi Setiyadi. "Mitra pengemudi memegang peranan penting dalam perkembangan ekosistem GoJek dan keberhasilan mitra merupakan kebanggaan tersendiri bagi GoJek," ucap Michael.

Sebagai perusahaan technology enabler, menurut Michael, GoJek selalu berupaya untuk membantu para mitra memiliki pendapatan yang layak. Bahwasanya kesejahteraan para mitra pengemudi haruslah lebih terjamin.

"Hal-hal yang sedang kami jalankan adalah program GO-JEK Swadaya, perbaikan kebijakan suspen serta pertemuan rutin dua arah dengan mitra driver seluruh Indonesia," terang Michael dalam rilis kepada media di Jakarta, Rabu (12/8/2018).

Komunikasi rutin dua arah yang biasa disebut kopi darat alias kopdar, kata dia, merupakan wujud GoJek dalam melibatkan para mitra pengendara sebagai penentu kebijakan. Termasuk ketika membahas masalah tarif.

Saat ini, lanjutnya, ada tiga hal yang menjadi concern GoJek yakni kesejahteraan mitra pengendara, kepuasan pelanggan, dan keberlangsungan perusahaan.

"Kami juga sudah mengundang perwakilan-perwakilan mitra driver yang hadir hari ini untuk masuk ke kantor kami untuk mediasi, sehingga ditemukan jalan keluar yang terbaik," imbuhnya.

Humas Aksi, Dedi Heriyantoni, menyatakan, para mitra pengemudi baik roda dua maupun empat, kerap mendapat hukuman terutama cap negatif dari penumpang. Akibat berbagai hal, termasuk menolak order. "Kami kan butuh istirahat sehingga harus menolak order," ujarnya.

Di mata mitra pengendara, hal dirasa tidak adil. Dalam hal ini, pemerintah perlu menerbitkan suatu aturan khusus. Pasca aksi massa besar-besaran pada Maret 2018, Presiden Joko Widodo meminta para menteri untuk memfasilitasi tuntutan mitra pengemudi dan membuat aturan.

Dirjen Hubdar Budi Setiyadi, mengatakan, poin-poin tuntutan termasuk regulasi, masih dibahas pemerintah. "Belum lama ini perwakilan pemerintah juga ke Thailand untuk melihat bagaimana aturan di sana," kata dia.

Budi menjanjikan untuk melibatkan semua pihak dalam penentuan peraturan. Termasuk Gerhana. "Nanti koodinatornya siapa, kita libatkan. Yang penting di semua aliansi itu satu suara dulu, jangan beda-beda," terusnya. [tar]

Komentar

x