Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 21 November 2018 | 20:10 WIB

Ada PLTU Jeranjang, PLN Lombok Hemat Rp1,2M/Hari

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 12 September 2018 | 18:50 WIB

Berita Terkait

Ada PLTU Jeranjang, PLN Lombok Hemat Rp1,2M/Hari
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Lombok - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero/PLN) Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) mampu menekan biaya pokok produksi (BPP) Rp1,2 miliar sehari. Luar biasa.

Penghematan itu didapatkan dari pengalihan pemakaian pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit listrik tenaga uap alias PLTU unit I dan unit III.

Menurut Deputi Manajer Enjinering Pembangkit PLN Wilayah NTB, Adam Priyo, awalnya PLN NTB memakai pembangkit PLTD. Sejak dibangunnya PLTU tersebut, PLN tidak lagi menggunakan BBM, melainkan batubara.

Apalagi, kata dia, harga batu bara sebagai sumber energi PLTU jauh lebih murah, ketimbang harga BBM sumber energi PLTD. Satu unit PLTU bisa menghemat Rp600 juta. Nah, dengan beroprasinya dua PLTU ini, maka pihaknya menghemat biaya BPP dalam sehari sebesar Rp1,2 miliar.

"PLTU Jeranjang menurunkan BPP siginfikan, karena sebelumnya hampir 60 persen lebih BBM. Satu unit (PLTU) beroperasi menghemat Rp 600 juta per hari," kata Adam di Lombok, Rabu (12/9/2018).

Meski hanya menyumbang sebesar 17,7% untuk kelistrikan Lombok, peran PLTU Jeranjang sangat besar dalam menghemat biaya produksi listrik. Adapun kapasitas masing-masing unit sebesar 25 Mega Watt (MW).

Ke depanya, PLN wilayah Lombok akan terus berupaya mengurangi penggunaan PLTD dan mengganti dengan PLTU dan pembangkit dengan sumber energi yang jauh lebih murah.

Tujuannya ialah untuk menurunkan BPP di wilayah tersebut agar lebih hemat. "Kami on progres biaya bikin listrik murah, program ke depan minyak semakin dikurangi," ujar dia.

Untuk diketahui, saat ini porsi pasokan listrik Lombok sebanyak 256 MW teridiri dari, PLTG MPP 18,1%; PLTD Sewa 24,1%; PLTU Jeranjang 17,7%; PLTU IPP 17,7%; PLTMH 3,6%.[ipe]

Komentar

Embed Widget
x