Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 20 Oktober 2018 | 14:42 WIB

Grab Klaim Sejahterakan Pengemudi dan Keluarganya

Kamis, 13 September 2018 | 16:09 WIB

Berita Terkait

Grab Klaim Sejahterakan Pengemudi dan Keluarganya
Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Perusahaan Grab Indonesia berkomitmen mensejahterakan mitra pengemudi dan keluarganya melalui berbagai program.

"Komitmen kami untuk menyejahterakan taraf hidup mitra pengemudi. Kami jalankan terus-menerus dengan program Mitra Sejahtera," kata Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Menurut Ridzki, salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan adalah memberangus puluhan ribu akun fiktif yang diidentifikasi, dimatikan, dan di-lock out.

Ia menyatakan bahwa hal tersebut dapat dilakukan berkat kerja sama antara Grab dan mitra pengemudi. "Setelah diberangus mereka (pemilik akun fiktif) tidak diberi peluang untuk masuk, hasilnya kesejahteraan mitra kami meningkat," ucap Ridzki.

Ditanya mengenai proses hukum ke aparat, Ridzki mengatakan, pihak Grab telah menyerahkan beberapa data fakta kepada pihak kepolisian.

Terkait kesejahteraan pengemudi, seorang mitra pengemudi Grab, Bob Murai yang hadir dalam jumpa pers, menyatakan, dalam jangka waktu satu pekan, penghasilannya bisa mencapai Rp5 juta. "Saya penghasikannya kalau lagi ramai bisa melewati gaji direktur atau manajer," kata Bob.

Pengemudi lainnya, Irvan menyatakan, penghasilan yang diperolehnya sangat memadai untuk modal nikah yang direncanakan dalam waktu dekat. Sebelumnya, sekitar 150 pengemudi Grab Indonesia menolak rencana perusahaan penyedia jasa aplikasi yang berpusat di Malaysia ini, menjadi perusahaan transportasi.

Tuntutan ini disuarakan melalui aksi unjuk rasa yang dimotori Gerakan Hantam Aplikasi Nakal (Gerhana). Aksinya berlangsung di depan kantor Grab Indonesia, Lippo Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (10/9/2018).

"Dalam aksi unjuk rasa hari ini, kami menolak rencana Grab Indonesia menjadi perusahaan transportasi. Alasannya, satu, apa relevansinya? Dengan yang lama (sebagai perusahaan penyedia jasa aplikasi), operasional juga dapat berjalan normal," kata Humas Gerhana, Dedi.

Ia menegaskan, saat ini, ada hubungan yang timpang antara pihak Grab Indonesia dengan pengemudi sebagai mitra. Ditegaskan bahwa Grab Indonesia tidak memberi perlindungan bagi para pengemudi, khususnya jika mengalami insiden kecelakaan.

Dalam aksi unjuk rasa itu, Gerhana menyampaikan lima tuntutan. Yakni, menagih janji Grab Indonesia sebagai aplikator, menolak keras Grab berubah menjadi perusahaan transportasi, menolak keras eksploitasi terhadap pengemudi daring, dan menolak kartelisasi dan monopoli bisnis. [tar]


Komentar

x