Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 10 Desember 2018 | 23:37 WIB

200 Personil Atasi Karhutla Gunung Sindoro-Sumbing

Kamis, 13 September 2018 | 18:30 WIB

Berita Terkait

200 Personil Atasi Karhutla Gunung Sindoro-Sumbing
(Foto: Klhk)

INILAHCOM, Jakarta - Sejak tiga hari lalu, kebakaran melanda kawasan hutan di lereng Gunung Lawu, Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, yang semuanya berada di Jawa Tengah. Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada kawasan hutan lindung Gunung Lawu telah berhasil dipadamkan sejak Selasa (11/09).

Saat ini, tim tengah berupaya memadamkan Karhutla yang terjadi pada dua gunung lainnya, Gunung Sundoro dan Gunung Sumbing, meskipun dikabarkan apinya telah mulai mengecil. Sebanyak 200 personil berasal dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Perhutani, Polri, Koramil, dan relawan, telah diturunkan untuk melakukan pemadaman sejak awal kejadian kebakaran Senin lalu (10/9/2018).

"Tim berupaya memadamkan langsung ke titik api, membuat ilaran/sekat bakar, menutup semua jalur kegiatan pendakian puncak Gunung Sindoro untuk umum, dan menempatkan personil untuk melakukan pemantauan," jelas Suharman, Kepala BKSDA Jateng, Kamis(13/9/2018).

Suharman menambahkan, luas areal yang terbakar sampai Selasa (11/9/2018) di Gunung Sindoro diketahui sekitar 60 hektare dan Gunung Sumbing 237,8 ha, dengan jenis vegetasi savana dan semak belukar. Berdasarkan pendataan yang dilakukan BPBD Kabupaten Magelang hingga Selasa sore kemarin, 541 pendaki berhasil dievakuasi dengan selamat dari hutan Gunung Sumbing.

Kondisi terakhir Gunung Sindoro dikabarkan api masih belum dapat dipadamkan, dan mengarah ke timur (turun). Begitu juga di Gunung Sumbing, sementara apinya mengarah ke barat. "Pemadaman terkendala medan yang sulit untuk dijangkau oleh personil pemadam, angin kencang, dan tidak adanya sumber mata air," kata Suharman.

Suharman juga mengingatkan untuk mewaspadai sisa pokok pohon lapuk yang terbakar, karena setelah dianggap padam, ternyata ada bara yang kuat pada akarnya, yang dapat memunculkan api pada 1-2 hari berikutnya. [*/par]

Komentar

x