Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 10:31 WIB

Subroto: Kita Masuk Paradigma Energi 3.0

Oleh : Wahid Ma'ruf | Kamis, 13 September 2018 | 20:01 WIB

Berita Terkait

Subroto: Kita Masuk Paradigma Energi 3.0
Mantan Menteri Pertambangan pada Era 1978-1988, Subroto

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Menteri Pertambangan pada Era 1978-1988, Subroto menyebut perkembangan energi dunia kini telah memasuki Paradigma Energi 3.0 dan Indonesia tengah bergerak ke arah itu.

"Sekarang ini kita memasuki Paradigma Energi 3.0. Apa artinya? Paradigma energi 3.0 ini paling utama ditujukan untuk menghindari pemanasan global yang dapat memicu perubahan iklim," ungkap mantan Sekjen, seperti mengutip esdm.go.id.

Menurut Subroto, perkembangan teknologi saat ini memicu teknokrat dunia mengembangkan teknologi baru terbarukan menggantikan keberadaan energi fosil. "Elektrifikasi, pengembangan energi baru terbarukan, dan efisiensi energi, itu tantangan yang kita hadapi ke depan," lanjutnya.

Ia menilai, sebagian besar masyarakat Indonesia masih melihat energi dalam paradigma energi 2.0, yakni paradigma yang menempatkan energi fosil masih menjadi primadona. "Pada waktu 2.0 itu yang paling utama energi berasal dari energi fosil, akan tetapi tenaga fosil ini kenyataannya mengandung emisi yang menyumbang gas rumah kaca (GRK) dan meningkatkan panas global, sehingga harus ada penggantinya," ujar Subroto.

Meskipun begitu, jelas Subroto, paradigma energi 2.0 masih lebih maju dibanding paradigma 1.0. "Pada waktu 1.0 itu energi digunakan sebagai pembiayaan negara. Akan tetapi, sejak minyak bumi jumlahnya tidak banyak lagi menjadi sumber pembiayaan, maka lahir pemikiran energi sebagai sumber pembangunan, saat itulah paradigma energi 2.0 lahir. Namun sekarang dunia telah bergerak ke arah bagaimana menjaga temperatur dunia tidak boleh naik lebih dari dua derajat celcius. Ini saatnya kita menuju paradigma energi 3.0," tegasnya.

Komentar

x